Friday, January 9, 2009

Masalah Interoperability pada implementasi ODF dan OOXML

Jay P. Kesan dari Universitas Illinous mempresentasikan hasil risetnya mengenai ODF dan OOXML pada sebuah konferensi di kalangan pemerintah. Berlawanan dengan banyak anggapan orang, implementasi ODF (Open Document Format) ternyata tidaklah INTEROPERABLE. Padahal ini adalah permasalahan yang sebenarnya di pemerintah. Hal ini sangat menarik karena ODF adalah OPEN (terbuka) dan bahwa Open Source adalah cara yang terbaik untuk mencapai Interoperability yang baik karena Source Code-nya terbuka…. dan hal ini terbukti tidak selalu benar….

Standard terbuka (Open Standards) secara umum dipandang memiliki keuntungan yang besar dari sisi teknologi dan ekonomi. Hal ini menyebabkan pemerintah mengharuskan penggunakan format dokumen berbasiskan standard terbuka. Format dokumen bentuk memo atau spreadsheet disimpan di dalam komputer. Pemerintah ingin mengganti format dokumen Microsoft yang proprietary (DOC) menjadi format standard terbuka seperti ODF (Open Document Format) dan OOXML (Office Open XML). Ada keyakinan bahwa dengan menggunakan standard terbuka, pemerintah akan diuntungkan dengan banyaknya pilihan, produk yang lebih baik melalui kompetisi, dan juga mudah untuk berganti-ganti vendor.

Paper ini  menyarankan pemerintah yang sedang mencari keuntungan standard terbuka untuk memikirkan masalah INTEROPERABILITY. Tanpa implementasi yang tidak interoperable, maka para pengguna tidak akan mendapatkan keuntungan dari kompetisi dan kemudahan berganti implementasi.

Masalah Interoperability ini adalah nyata, dan paper ini mempelajari masalah interoperability di seputar implementasi ODF dan OOXML.

Riset mempelajari interoperability antara implementasi software yang berbeda-beda untuk masing-masing format dokumen. Misalnya, implementasi ODF menggunakan KOffice, WordPerfect, TextEdit, Microsoft Office, dan Google Docs. Evaluasi kinerja masing-masing implementasi dilakukan dengan menggunakan satu set dokumen test.

Hasil analisa menunjukkan bahwa ada masalah yang sangat serius mengenai interoperability antara implementasi yang berbeda-beda. Pengguna akan dihadapkan dengan masalah yang bermacam-macam ketika membuka file menggunakan implementasi yang berbeda.

Implementasi paling baik hanya akan menghasilkan masalah format, tetapi implementasi yang buruk malah akan menghilangkan sebagian informasi, misalnya informasi pada gambar, catatan kaki, komentar, tracking changes, dan tabel.

Tingkat interoperability dinyatakan dalam bentuk tabel dan nilai tertentu yang menyatakan sebaik apa tingkat interoperability untuk masing-masing implementasi. Untuk ODF, nilai compatibility bervariasi dari 151 sampai 48, kalau dinormalisasi menjadi 100% ke 55%.

Penyebab dari semua itu adalah :

  • kurangnya compatibility antar implementasi yang berbeda
  • kurangnya implementasi yang bagus di luar Operating System Microsoft Windows
  • implementasi OOXML yang ternyata bagus sekali

Masalah interoperability sangat merisaukan dan paper ini menyarankan perlunya testing interoperability untuk bermacam-macam format dokumen. Hasil testing ini juga menunjukkan pentingnya interoperability untuk Standard Terbuka pada umumnya. Tanpa Interoperability, pemerintah akan terkunci pada implementasi yang paling dominan pada standard manapun, dan dalam perjalanannya malah akan kehilangan banyak keuntungan-keuntungan yang seharusnya bisa didapatkan dari implementasi standard terbuka di awal…

Hasil testing ODF :

Implementation Raw Score Raw Score Percentage Weighted Percent
OpenOffice.org 151 100% 100%
StarOffice 149 99% 97%
Sun Plug-in for Word 142 94% 96
Clever Age/MS Plug-in for Word 139 92% 94%
Wordperfect 122 81% 86%
Koffice 121 80% 79%
Google Docs 117 77% 76%
TextEdit 55 36% 47%
Abiword 48 32% 55%

Hasil testing OOXML :

Implementation Raw Score Raw Score Percentage Weighted Percent
Office 2007 148 100% 100%
Office 2003 148 100% 100%
Office 2008 (Mac) 147 99% 99%
OpenOffice.org 141 95% 96%
Pages 142 96% 95%
Wordperfect 114 77% 84%
ThinkFree Office 101 68% 83%
TextEdit 52 35% 43%

 

Implementasi ODF disusun berdasarkan Operating System :

Menarik untuk disimak bahwa Windows mendukung lebih banyak implementasi ODF yang benar-benar bermanfaat dibandingkan dengan Linux dan Mac…

image

Referensi :

  1. Lost in Translation: Interoperability Issues for Open Standards - ODF and OOXML as Examples

3 comments:

Arvino said...

Interesting data Tony. Thanks for sharing.

Achieving 100% compatibility across implementation is a journey. :-) Tidak mungkin hal itu dicapai segera. Dalam evolusinya, beberapa implementor awal menjadi tertinggal, & perlahan-lahan mati, sementara yang terus konsisten, relevan dan memimpin, maju terus dan semakin kokoh.

Semangat dasar dari ODF adalah bahwa -- seperti halnya nada dasar 'do re mi fa so la si do' -- format-format dasar dari konten digital haruslah dimiliki oleh masyarakat, dan bukannya belong to certain company saja.

Dalam konteks ini, maka melalui pemikiran ODF (Open Document Format), mirip dengan hal nya HTML di web, atau notasi do re mi fa so la si do di musik, siapapun nantinya akan bisa menciptakan sesuatu di atasnya -- dikarenakan format ini adalah standar data & standar inovasi yang bersifat terbuka.

Dalam skema pemikiran tersebut, maka upaya mendukung terciptanya ODF menjadi penting. Standar format data should belong to the people, not to companies. :-)

-arv

Arvino said...

Dapat kita bayangkan betapa terbatas inovasi di dunia kita jika nada 'do re mi fa so la si do' hanya dapat dimainkan di biola, tapi tidak bisa di piano, bisa di gitar, tapi tidak bisa di flute.

Dapat kita bayangkan jika HTML hanya dapat dijalankan di Netscape (jaman dulu kala) tetapi tidak bisa di IE, hanya dapat dijalankan di Firefox, tetapi tidak bisa di iPhone Safari browser.

Dapat kita bayangkan jika networking hanya dapat dijalankan berbasis NetBUI (apakah masih ada yang ingat standar Microsoft ini di masa lalu?) & tidak berbasis TCP/IP, tidak terciptalah internet kita sekarang ini.

Hal yang sama agaknya juga diupayakan terhadap standar data. Masyarakat dunia agaknya perlu memiliki standar format dokumen yang bersifat terbuka -- disebut ODF (Open Document Format) -- sama seperti halnya doremi, HTML, & TCP/IP tadi.

Implementasinya belum sempurna. Tetapi mungkin semangatnya sudah benar. Suatu hari nanti seperti halnya doremi bisa jalan & dibaca di mana saja, format data juga.

Tony Seno Hartono said...

Arvino, dunia musik berbeda dengan format dokumen. Apalagi musik yang kreatif (jazz/kontemporer/dll). Nada 'do re mi ...' itu hanya untuk alat2 musik tertentu (yang berasal dari barat).

Musik akan lebih berwarna ('inovatif' menurut bahasa anda) jika kita campurkan unsur etnik. Misalnya kita tambahkan didgeridoo. Alat musik primitif ini sama sekali tidak bisa ditulis menggunakan notasi standard (karena nada dasarnya memang cuma satu), dan juga tidak mungkin dimainkan di alat musik apapun selain didgeridoo tadi.

Alat musik kita, spt gamelan, itu juga tidak bisa ditulis menggunakan 'do re mi'... dan menambah warna pada musik (misalnya jazz) jika ditambahkan.

Kalau standarisasi format dokumen, baik ODF maupun OOXML keduanya sama-sama format standard dan terbuka. Bedanya hanyalah ODF berasal dari SUN, sedangkan OOXML berasal dari Microsoft...