Monday, January 30, 2012

Konsep Sekolah Masa Depan di Abad 21

Abad ke 21 ini membawa banyak perubahan di dunia pendidikan. Di abad 21 ini, pendidikan seharusnya bersifat terus-menerus, dimanapun/kapanpun, relevan terhadap kemajuan jaman, dan bersifat cepat beradaptasi. Sistem sekolah masa depan ini haruslah :

  • Belajar lebih menyenangkan
  • Mengajar lebih efektif dan menyenangkan
  • Menggunakan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dalam belajar-mengajar

Sistem sekolah masa depan haruslah mudah direplikasi, mendorong keterlibatan semua pemangku kepentingan, dan juga murah.

Pelajar & Keahlian Abad 21

Abad 21 merupakan abad informasi yang sifatnya sangat terbuka. Semua jenis informasi menyebar dengan sangat cepat, baik atau buruk, karena didorong oleh kepopuleran jejaring sosial (seperti Facebook) yang luar biasa. PC Tablet dan smartphone semakin mendorong informasi kepada siapapun yang memiliki akses internet (yang sekarang ini bisa dinikmati oleh siapapun sampai ke pelosok daerah).

Perubahan ini sebenarnya sangat luar biasa cepat, mengingat sekitar tahun 1990 di Indonesia bahkan belum ada akses internet untuk publik, dan siapapun mendapatkan informasi melalui surat kabar harian, atau TV/radio.

Perubahan-perubahan besar ini mempengaruhi banyak hal, mulai dari bagaimana cara orang hidup, belajar dan bekerja. Beberapa keahlian yang sangat dicari di dunia pekerjaan saat ini adalah :

  • cepat menyelesaikan masalah
  • berkomunikasi dengan efektif
  • terlibat diskusi dengan efektif

Faktor Sukses Pendidikan Abad 21

  1. Keterlibatan Komunitas Pendidikan – suatu komunitas pendidikan terdiri dari pelajar, orang tua, organisasi pendidikan, perusahaan, pemerintah, dan sebagainya. Semua pihak harus berpartisipasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Suatu mekanisme yang terbaik untuk berbagai jalur komunikasi, berbagi informasi, mekanisme umpan balik harus difasilitasi. Teknologi informasi abad 21 dapat melakukan hal ini dengan sangat baik.
  2. Sistem kurikulum yang mendorong keterlibatan komunitas belajar – sistem ini akan mendorong keterlibatan semua pihak melalui teknologi informasi yang ada (misalnya melalui internet)
  3. Lingkungan pembelajaran yang cepat tanggap, luwes dan berkelanjutan – sistem ini harus mampu menghapuskan batasan tempat dan waktu dalam belajar, juga memfasilitasi belajar secara online maupun offline, dan kelanjutannya tidak tergantung pada ketersediaan tenaga pendidik ataupun perubahan fasilitas di tempat belajar
  4. Kolaborasi dan integrasi dengan institusi Penelitian dan Pengembangan dari perguruan tinggi dan perusahaan – sekolah sebagai laboratorium pendidikan di mana murid dan guru bisa pelajar merancang, melaksanakan, dan menilai tugas/pekerjaan yang berkaitan dengan peningkatan proses belajar-mengajar
  5. Kepemimpinan yang Profesional – pendidikan abad 21 membutuhkan kepemimpinan yang profesional dan kompeten di bidang pendidikan. Hal ini tentunya membutuhkan pemimpin yang mampu memanfaatkan teknologi dalam memberikan keputusan-keputusan yang strategis

Pemanfaatan Teknologi dalam Pembelajaran

Di abad 21 ini, belajar tidak lagi mengenal usia. Kalau dahulu usia sekolah biasanya dari 5 – 24 tahun, maka sekarang orang bisa belajar formal di usia berapapun. Teknologi Internet dan komputer telah meniadakan batas-batas usia, guru, material, buku referensi dan sebagainya. Batasan yang ada sekarang hanyalah pada rasa ketertarikan murid. Hal ini juga mengubah model guru, di mana guru tidak lagi sebagai orang yang paling tahu di dalam kelas, melainkan lebih sebagai fasilitator, mentor, atau pemandu bagi murid dalam mempelajari suatu hal. Tidak ada lagi keterbatasan tempat, karena teknologi internet mampu membawa perpustakaan ke dalam laptop yang bisa diakses dari manapun.

Wednesday, January 18, 2012

Software for Dummies : Open Source, Closed Source, dan Lisensi Software

Apakah Program Komputer ?

Setiap program komputer (Microsoft Word, Power Point, Game), atau sistem operasi (seperti Microsoft Windows) , sebenarnya merupakan sekumpulan instruksi komputer yang tersimpan di dalam hard disk dalam bentuk kode-kode biner yang bisa dimengerti dan dijalankan oleh komputer yang anda punya. Jika anda menggunakan sistem operasi Microsoft Windows, maka semua program-program tadi biasanya tersimpan di hard disk C: , dan bisa terlihat melalui File Explorer seperti di bawah ini :

image

Kalau kita lihat salah satu komponennya melalui suatu text editor, maka akan terlihat seperti ini :

image

Terlihat di situ bahwa komponen program ini berisi karakter ASCII yang kita tidak mengerti isinya. File ini berisi kode-kode biner hasil dari kompilasi kode asal (atau disebut juga sebagai SOURCE CODE).

Mengapa menggunakan kode biner ? Ya supaya aplikasi berjalan dengan cepat, karena sebelumnya sudah diolah/kompilasi sehingga akan berjalan dengan sangat optimum dan kencang di komputer anda.

Ada juga komponen yang bisa dibaca langsung oleh manusia, misalnya sebuah file seperti ini :

image

Nah kalau file seperti diatas, itu biasanya merupakan suatu file yang bisa diubah-ubah oleh pengguna langsung. Contohnya adalah file hosts yang ada di setiap mesin yang terhubung ke Internet. Kita bisa mengubah-ubah isinya misalnya untuk memblokir situs-situs terlarang dan sebagainya.

Kode-kode biner tersebut hanya mesin ( baca “komputer”) yang paham. Kode-kode biner itu dibuat oleh manusia (yang berprofesi sebagai programmer), melalui bahasa-bahasa pemrograman yang mudah dimengerti (oleh si pemrogram tentu saja, kalau orang awam sih tetap saja tidak mengerti).

Nah sebelum dikompilasi, maka kode biner tersebut disebut sebagai Source Code, dan bentuknya kira-kira seperti ini :

image

Source Code di atas merupakan penjelasan sebuah fungsi yang tertulis menggunakan Bahasa C, dan besarnya dihitung dengan jumlah baris. Tanpa baris komentar (/*), maka fungsi di atas besarnya adalah 10 baris kode.

Untuk membuat suatu aplikasi, programmer bisa bekerja sendirian atau bekerjasama dalam satu team, dan satu aplikasi bisa terdiri dari ribuan sampai jutaan baris kode. Jadi bisa dibayangkan betapa sulitnya menulis suatu aplikasi.

Model Pengembangan Aplikasi

Aplikasi komputer merupakan suatu hasil karya intelektual yang patut dilindungi. Di dunia piranti lunak, ada 2 macam pengembangan aplikasi : Open Source, dan Closed Source.

Open Source

Open Source mengandalkan pengembangan software melalui kerjasama banyak orang yang punya kepentingan yang sama dengan cara membuka akses ke source code kepada setiap orang. Setiap orang bisa mengkompilasi dan memanfaatkan hasilnya. Namun jika ada orang yang menemukan kelemahan source code itu, maka orang itu diharapkan untuk turut memperbaikinya dan kemudian mengembalikannya ke penulis aslinya dengan tujuan supaya kualitas source codenya semakin baik.

Orang-orang ini berupa amatir yang memang hobi membuat program, atau bisa juga pegawai dari perusahaan-perusahaan IT (seperti IBM, Oracle, dsb yang memiliki bisnis services dan juga menjual piranti keras). Model bisnis dari perusahaan-perusahaan ini adalah mendapat keuntungan dari penjualan services dan hardware dengan cara bundling solusi dengan software yang gratis).

Aplikasi Open Source didistribusikan ke dalam bentuk hasil kompilasi yang disertai sumbernya (source code). Sehingga pengguna akhir bisa menggunakan aplikasi yang sudah dikompilasi tersebut, atau bisa juga turut berkontribusi memperbaiki source code.

Pada prakteknya, karena source code begitu sulit dipahami (apalagi jika dibuat oleh programmer lain, dan tanpa dokumentasi yang jelas), maka kebanyakan orang hanya sebagai pemakai dan tidak berkontribusi sama sekali.

Contoh aplikasi Open Source yang populer adalah :

  • Sistem Operasi : Linux, Android
  • Office Productivity : OpenOffice, LibreOffice
  • Image Editor : GIMP

Closed Source

Closed Source mengandalkan pengembangan software melalui programmer-programmer professional di dalam perusahaan yang terikat perjanjian bahwa source code merupakan hak intelektual perusahaan, dan tidak boleh disebarluaskan ke publik. Aplikasi-aplikasi closed source nantinya akan dikompilasi, dan didistribusikan (dijual) dalam bentuk biner yang langsung diinstall dan jalan.

Contoh aplikasi closed source yang populer adalah :

  • Sistem Operasi : Microsoft Windows, Apple OS X
  • Office Productivity : Microsoft Office, Apple iWork
  • Image Editor : Photoshop

Lisensi Software

Baik Open Source maupun Closed Source, keduanya dilindungi oleh Lisensi. Di bawah ini adalah beberapa lisensi Open Source :

  • GNU GPL (General Public License) – merupakan lisensi yang sangat populer, dan mengandung konsep “copyleft”, di mana pengguna diharapkan untuk berkontribusi kembali misalnya dengan memperbaiki source code dsb
  • GNU LGPL (Lesser General Public License) – sama dengan GNU GPL tapi kewajiban “copyleft” lebih sedikit
  • BSD (Berkeley Software Distribution License) – open source yang bebas dipakai, tanpa kewajiban kontribusi kembali
  • MS-PL (Microsoft Public License) – lisensi Open Source dari Microsoft. Mengatur kebebasan royalti
  • MS-RL (Microsoft Reciprocal License) – lisensi Open Source yang memberikan timbal balik, programmer yang menggunakan aplikasi yang dilindungi MS-RL punya kewajiban mendistribusikan source code ke user

Sedangkan lisensi Closed Source biasanya bentuknya End User License Agreement seperti di bawah ini :

ABC adalah nama software yang dilindungi hak cipta. Software ini tidak boleh disalin, direproduksi, dikirimkan, diterjemahkan, diubah, direverse-engineering, sebagian atau keseluruhan, tanpa persetujuan secara tertulis dari ABC.COM

Format Dokumen yang Paling Sesuai untuk Keperluan Anda

Jika anda mengetik dengan sebuah pengolah kata, anda bisa melihat bahwa format dokumen yang didukung bisa lebih dari satu. Di bawah ini contohnya jika kita menggunakan Microsoft Word 2010 :

image

Terlihat di atas bahwa Microsoft Word 2010 default save ke format “Word Document”. Format ini merupakan format standar ISO 29500 (Office Open XML). Selain itu kita juga bisa memilih untuk save ke format-format lain, misalnya “Open Document Format” (ISO 26300), atau format biner Microsoft Word 97-2003.

Di bawah ini ada beberapa pertimbangan ke format mana anda sebaiknya save :

  DOC DOCX ODT
Penjelasan Format standar De Facto tradisional (biner) Microsoft Word Format standar ISO 29500 yang dipublikasikan tahun 2008 Format standar ISO 26300 yang dipublikasikan tahun 2006
Indikasi Popularitas – jumlah dokumen dengan extension tersebut yang beredar di Internet 177 juta
(rata-rata 11.8 juta dokumen/tahun jika dihitung sejak 1997)
15.8 juta
(rata-rata 3.9 juta dokumen/tahun sejak 2008)
1.2 juta
(rata-rata 200 ribu dokumen/tahun sejak 2006)
Kompatibel dengan MS Word 97, 2000, XP, 2003, 2007, 2010
Open Office dan turunannya
Apple iWork
MS Word 2000, XP , 2003 dengan Compatibility Pack
MS Word 2007, 2010
Open Office v3 (dan turunannya) atau yang lebih baru
Apple iWork
MS Word 2007, 2010
Open Office dan turunannya
Mendukung Digital Signature ? Tidak Ya Tidak
Mendukung Track Changes ? Tidak Ya Tidak

Kesimpulan :

  1. Jika anda ingin supaya dokumen anda bisa dibaca banyak orang tanpa masalah, yang terbaik saat ini adalah save dokumen dengan format DOC (Word 97-2003)
  2. Jika anda ingin supaya dokumen anda terjaga keamanannya, gunakan fasilitas keamanan built in yang ada dengan format DOCX (format default Word Document)

Monday, January 16, 2012

UU ITE: Lacak Perubahan Dokumen Anda menggunakan Document Tracking

Jika kita baca Undang-Undang ITE, maka pasal 11 ada poin yang menjelaskan tentang melacakan perubahan (tracking changes) di sebuah dokumen elektronik :

(1) Tanda Tangan Elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat hukum yang sah selama memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a. data pembuatan Tanda Tangan Elektronik terkait hanya kepada Penanda Tangan;
b. data pembuatan Tanda Tangan Elektronik pada saat proses penandatanganan elektronik hanya berada dalam kuasa Penanda Tangan;
c. segala perubahan terhadap Tanda Tangan Elektronik yang terjadi setelah waktu penandatanganan dapat diketahui;
d. segala perubahan terhadap Informasi Elektronik yang terkait dengan Tanda Tangan Elektronik tersebut setelah waktu penandatanganan dapat diketahui;

e. terdapat cara tertentu yang dipakai untuk mengidentifikasi siapa Penandatangannya; dan
f. terdapat cara tertentu untuk menunjukkan bahwa Penanda Tangan telah memberikan persetujuan terhadap Informasi Elektronik yang terkait.

 

Ketentuan ini bisa dengan mudah dipenuhi dengan fitur Tracking Changes di Microsoft Office 2010 :

image

Click Review –> Track Changes.

Berikut ini adalah contoh dokumen yang dilacak perubahannya :

image

Jika kita lihat di atas, ada 2 reviewer : Tony Seno Hartono dan Indriaty Octarina, masing-masing memiliki kode warna sendiri-sendiri, dan perubahan apa saja yang dilakukan juga jelas terlihat.

Perubahan-perubahan ini bisa diterima (accept) atau ditolak (reject), atau dibiarkan saja supaya histori dokumen tetap terpelihara.

image

Jika kita ingin melihat versi-versi dokumen yang sebelumnya kita juga bisa menekan tombol “previous” atau “next”.

Atau kita juga bisa membandingkan antara versi melalui tombol “compare” :

image

Dan yang paling penting dokumen ini juga bisa dilindungi menggunakan IRM (Information Rights Management) sehingga hanya orang-orang yang berhak saja bisa melakukan perubahan-perubahan sebelum seluruh perubahan diterima dan akhirnya bisa dipublikasikan ke semua orang.

image