Thursday, February 9, 2012

IT Enterprise Architecture–Mengenal Komponen Arsitektur IT kelas Enterprise

Dalam merancang suatu solusi IT kelas Enterprise yang lengkap, kita bisa gunakan diagram di bawah ini.

image

Pada tulisan ini saya akan bahas tiga blok paling atas :

  • Custom Software – merupakan piranti lunak yang dikembangkan secara khusus untuk organisasi atau penggunaan yang khusus, dan tidak diperuntukkan untuk umum. Biasanya piranti lunak ini dikembangkan sendiri atau melalui software house/ISV (Independent Software Vendor). Pengembangan custom software biasanya memakan waktu lama, dan relatif lebih mahal jika dibandingkan dengan paket aplikasi yang sudah jadi
  • COTS (Commercial Off the Shelf Software) – merupakan alternatif lain dari pengembangan kustom. COTS merupakan paket piranti lunak komersial dan juga tersedia untuk kebutuhan publik. Pada umumnya kualitas aplikasi COTS lebih baik dan lebih murah daripada custom software, dan merupakan pilihan yang lebih baik untuk penggunaan di dunia bisnis dan pemerintahan karena menawarkan harga lebih murah, pengembangan lebih cepat (karena hanya memerlukan sedikit kustomisasi), dan pemeliharaan yang lebih mudah. Di dalam organisasi, COTS antara lain bisa digunakan untuk membuat layanan web untuk aplikasi-aplikasi khusus di dalam suatu departemen
  • Online Services (public) – merupakan layanan awan yang melengkapi solusi on premise (di tempat). Di dalam solusi E-Government, maka layanan awan ini bisa digunakan untuk mendorong interoperabilitas data/keterbukaan/atau meningkatkan kemampuan analisa dari suatu organisasi. Beberapa fungsi yang bisa diambil dari layanan awan misalnya adalah layanan penterjemahan dari satu bahasa ke bahasa lain (seperti Bing Translator), pemetaan (seperti Bing Maps), data-data statistik, gambar-gambar, layanan stock ticker, penyedia data komersial online, berita-berita, produktivitas (email/kalender/share file dsb), dan sebagainya.

Friday, February 3, 2012

Data Warehouse–SMP atau MPP ?

MPP (Massively Parallel Processing) adalah trend saat ini, di mana MPP sangat cocok untuk memenuhi kebutuhan akan dukungan terhadap data yang sangat besar (multi terabytes). MPP juga memiliki perbandingan price/performance yang sangat baik jika jumlah usernya semakin besar.

Di bawah ini ada beberapa perbandingan antara SMP dan MPP :

  1. Skalabilitas : Dari sisi desain, MPP lebih skalabel daripada SMP, dan kinerja tergantung kepada berapa banyaknya node yang ada (bisa sampai ratusan node). Dan ini membawa keuntungan lain, dimana semakin banyaknya node, berarti membawa peningkatan dari sisi ketersediaan layanan.
  2. Harga/Kinerja : Pada umumnya solusi SMP memiliki harga/kinerja yang lebih baik, terutama untuk ukuran basis data yang kecil
  3. Kemampuan : MPP memiliki kemampuan yang jauh lebih besar dibandingkan SMP dari sisi jumlah pertanyaan dan jumlah user. Kemampuan MPP ditingkatkan dengan menambahkan node. Sementara SMP memiliki kemampuan lebih kecil, namun dengan kemajuan teknologi prosesor, I/O, memory dsb, maka kemampuan SMP juga meningkat. Namun tetap saja SMP memiliki resiko leher botol di I/O (misalnya server memiliki kemampuan 32 Gbps tapi SAN hanya 12 Gbps)

Tuesday, January 31, 2012

e-Pendidikan untuk Mewujudkan Konsep Sekolah Masa Depan

Konsep sekolah masa depan di abad 21 bisa diwujudkan dengan mudah menggunakan teknologi dan infrastruktur yang ada di Indonesia.

Untuk mewujudkan konsep ini, dibutuhkan layanan awan (cloud computing) khusus pendidikan, dan melayani akses dari berbagai jenis klien (PC/Tablet/Mobile device) seperti gambar di bawah ini :

image

  • Semua pihak yang berkepentingan (guru, murid, sekolah, pemerintah, dan perusahaan) bisa mengakses semua konten melalui perangkat apapun (laptop, tablet, atau mobile)
  • Setiap user yang berhak akan diberi sebuah identitas berupa email id yang terdaftar pada kementerian pendidikan dan kebudayaan. Tanpa identitas yang berlaku, maka user hanya bisa mengakses konten-konten yang bersifat publik (misalnya pemberitahuan dsb)
  • User yang berhak, bisa mengakses konten yang sesuai dengan profilenya, bisa membuat konten, sharing file, sinkronisasi konten secara online atau offline (nantinya akan disinkronisasikan jika ada akses internet)
  • Di dalam infrastruktur awan sudah ada fasilitas untuk melakukan autentikasi Identitas, basis data, dan berbagai fitur aplikasi awan khusus untuk e-Pendidikan

Aplikasi Awan untuk e-Pendidikan

Aplikasi Awan ini dihosting di suatu Data Center (bisa milik pemerintah/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, atau milik Penyedia Layanan Awan). Beberapa fitur-fitur yang harus ada untuk keperluan e-Pendidikan :

  • Learning Management System – merupakan suatu sistem manajemen pembelajaran, yang berguna untuk menolong guru (atau pembuat koten) untuk membuat bahan-bahan pelajaran secara online.
  • Edit File secara Online ataupun Offline – Semua bahan-bahan pelajaran yang ada harus bisa diedit secara online ataupun offline
  • Versioning – Kemampuan ini juga sangat penting untuk memastikan pencatatan setiap perubahan dokumen, dan mengembalikannya ke versi sebelumnya jika terjadi kesalahan edit atau penghapusan secara tidak sengaja. Fasilitas ini juga sangat memudahkan dalam pembuatan konten secara berkolaborasi, di mana setiap pembuat konten bisa saling melihat perubahan yang dibuat oleh rekannya yang lain
  • Search – Ini merupakan fitur wajib yang harus ada. Fitur pencarian yang canggih akan sangat mempermudah siapapun dalam menemukan hal-hal yang dicarinya. Selain itu juga mesin pengindex (crawler) secara otomatis akan mengelompokkan hasil pencarian berdasarkan banyak parameter yang sudah terdefinisi sebelumnya
  • Office Web Apps / Aplikasi produktifitas online – Dengan kemampuan ini maka setiap user akan bisa membaca atau mengedit setiap dokumen office secara online hanya melalui peramban web yang standar tanpa memerlukan aplikasi klien khusus
  • Check in/ Check out –merupakan fasilitas di mana perubahan dokumen bisa dilakukan pada saat dokumen yang sama sedang dibaca oleh orang lain. Perubahan yang dilakukan pada dokumen tidak akan direfleksikan ke pembaca lain sebelum dokumen tersebut dipublikasikan secara resmi (check out)
  • Dukungan Offline – Dengan fitur ini maka setiap guru atau pembuat konten bisa melakukan perubahan konten tanpa perlu akses online ke layanan awan. Konten yang diubah nantinya akan disinkronisasikan ke server begitu perangkat ini tersambung ke layanan e-Pendidikan
  • Distribusi Konten – Fitur ini semacam push content yang memungkinkan setiap konten-konten yang baru dibagikan ke seluruh perangkat tanpa perlunya inisiatif dari si pemilik perangkat. Sangat berguna terutama di daerah-daerah yang sambungan internetnya tidak andal
  • Alur Kerja – diperlukan untuk persetujuan oleh beberapa pihak yang berkepentingan (misalnya administrator konten, atau kepala sekolah, atau kementerian, dsb) sebelum konten-konten baru bisa dipublikasikan
  • Dasbor Eksekutif – diperlukan untuk memonitor kinerja keseluruhan sistem e-Pendidikan bagi para eksekutif, melalui tampilan visual yang mudah dimengerti
  • Email, Unified Communication, Audio/Video Conferencing – diperlukan sebagai sarana komunikasi melalui berbagai cara, baik komunikasi 1:1 atau 1: banyak
  • Papan Tulis Virtual /Whiteboard – diperlukan untuk diskusi jarak jauh
  • Perekaman – diperlukan untuk mencatat semua komunikasi
  • Calendar – diperlukan untuk penjadwalan berbagai kegiatan
  • Information Rights Management – diperlukan untuk menjaga kerahasiaan dokumen (misalnya dokumen draft, atau soal-soal ujian, atau daftar nilai dsb)

Aplikasi Klien untuk e-Pendidikan

Aplikasi klien ini terpasang di semua perangkat (laptop atau tablet atau mobile device) milik user (guru/murid) dengan beberapa aplikasi bawaan sebagai berikut :

  • Pembuat Konten – aplikasi ini diperlukan untuk menciptakan konten dengan mudah melalui aplikasi office biasa
  • Sinkronisasi Konten – aplikasi ini berguna untuk mensinkronisasikan konten secara otomatis
  • Berbagi Konten – aplikasi ini berguna untuk saling berbagi konten dengan mudah, meski koneksi internet tidak selalu hidup
  • Komunikasi (UC) – aplikasi ini sangat berguna untuk fasilitasi diskusi secara online, mendukung audio/video/text, dan sesi bisa direkam (jika diijinkan administrator)

Kesimpulan

E-Education atau E-Pendidikan sangat mungkin diselenggarakan di Indonesia saat ini, dan tidak membutuhkan investasi apapaun di tingkat sekolah, karena Data Center sudah ada (milik pemerintah atau penyedia layanan awan publik), dan perangkat merupakan milik pribadi user.

Yang kurang tinggal bagaimana membuatkan aplikasi awan dan aplikasi klien yang tepat supaya sistem e-Pendidikan ini berjalan, dan bagaimana pemerintah bisa berperan lebih aktif mendorong terselenggaranya sistem e-Pendidikan ini.

Monday, January 30, 2012

Hindari Kemacetan dengan TELEWORKING / TELECOMMUTING

Lalu lintas Jakarta semakin macet dan semakin tidak nyaman untuk berkendara dari satu tempat ke tempat lain. Dari sisi teknologi, sebenarnya kita bisa bekerja jarak jauh atau biasa disebut sebagai Teleworking atau Telecommuting.

Telecommuting atau Telework ini adalah suatu cara di mana pegawai dari suatu perusahaan diberi keleluasaan untuk bekerja secara luwes tidak tergantung pada lokasi kerja ataupun waktu. Dengan telecommuting ini, maka pegawai bisa tetap berada di rumah untuk mengerjakan pekerjaan kantornya. Semua fasilitas kantor (seperti telpon, fax, printer dsb) bisa direplikasi secara virtual. Dengan telecommuter maka kita bisa bekerja dengan lebih efisien tanpa menghamburkan waktu dan uang dengan bermacet-macet di tengah jalan.

Beberapa pertimbangan

Implementasi Telecommuting yang sukses harus mempertimbangkan beberapa hal di bawah ini :

  1. KPI yang Jelas - Perusahaan/institusi bisa melakukan teleworking dengan sukses asalkan KPI (Key Performance Indicator) dari setiap pegawai berorientasi pada hasil akhir. KPI yang jelas akan menghindarkan penyalahgunaan fasilitas oleh pegawai yang nakal
  2. Fasilitas akses yang sangat handal – gunakan layanan awan publik, atau privat, atau bangun sendiri fasilitas data center yang sangat handal melalui redundancy. Fasilitas yang handal akan meningkatkan kepercayaan pegawai, kepuasan, dan kesetiaan pegawai dalam bekerja
  3. Pastikan bahwa setiap pegawai diberi fasilitas akses pita lebar (broadband) yang memadai untuk voice/video conferencing melalui fitur Unified Communication
  4. Pastikan perusahaan sudah menerapkan aturan dan kontrol keamanan yang tinggi dan ketat, selalu asumsikan bahwa internet penuh dengan penjahat-penjahat yang berbahaya. Gunakan teknologi enkripsi untuk menjamin kerahasiaan dan integritas komunikasi, juga pastikan bahwa hanya klien yang berhak saja bisa masuk ke fasilitas perusahaan
  5. Kembangkan aturan keamanan yang memungkinkan teleworking dengan aman dengan melakukan standarisasi perangkat, sistem operasi dan aplikasi. Dan tentukan tingkat akses seperti apa yang diperbolehkan berdasarkan identifikasi pegawai
  6. Gunakan suatu gateway yang aman dan memenuhi semua kriteria keamanan untuk teleworking, misalnya akses dari gateway ke jaringan internal harus melalui suatu lapisan firewall
  7. Pastikan keamanan total di sisi klien, misalnya berlakukan peraturan bahwa semua klien harus mendukung enkripsi data, dan jika perangkat klien hilang, maka datanya otomatis tidak bisa dibuka, atau bisa dihapus dari jarak jauh, dan sebagainya