Monday, April 25, 2011

Kembangkan Kreativitas Anda dengan sistem barcoding Microsoft Tag

Barcode, atau disebut juga sebagai kode batang, adalah suatu simbol bergambar garis-garis hitam putih, tebal tipis yang bisa dibaca oleh mesin seperti di bawah ini :

 

 image

 

Barcode merupakan simbol satu dimensi (1D). Pada umumnya barcode digunakan untuk otomasi sistem pemeriksaan di pasar swalayan, toko-toko, dan sebagainya. Informasi yang terkandung di dalam sebuah gambar barcode sangat sedikit, dan biasanya hanya berupa suatu angka yang merujuk ke suatu produk di toko tersebut.

Microsoft Tag

Microsoft memiliki solusi yang sangat menarik sebagai pengembangan dari barcode ini. Solusi ini disebut sebagai Microsoft Tag, fungsinya mirip dengan barcode yaitu menyimpan informasi dalam bentuk gambar, tetapi Microsoft tag jauh lebih fleksibel dan menyimpan jauh lebih banyak informasi.

Microsoft Tag merupakan barcode berwarna berkapasitas tinggi (HCCB = High Capacity Color Barcode), bentuknya kira-kira seperti ini :

 image

Desain yang Kreatif

Tetapi desain gambar Microsoft Tag sebenarnya bisa sangat kreatif, misalnya seperti gambar-gambar di bawah ini :

image

Desain tag yang sudah jadi bisa dicetak dalam bentuk sticker, bisa juga dicetak di sudut suatu foto produk atau artikel, bahkan bisa ditampilkan secara live di pesawat TV (berlaku bagi promosi barang melalui medium televisi), dan sebagainya. Jika anda kreatif, bahkan bisa juga sebagai gambar di kaos oblong atau t-shirt (seperti gambar di bawah ini) :

image

Microsoft Tag mengandung informasi seperti : URL, teks bebas, vCard, atau No Telepon/Dialer. Dan tag ini bisa dibaca melalui berbagai perangkat genggam/mobile termasuk smartphone/mobile phone dengan sistem operasi Windows Phone 7, Windows Mobile, iPhone, Android, BlackBerry, Symbian dan telpon-telpon lain yang mendukung Java. –> Dapatkan aplikasi Microsoft Tag di sini : http://tag.microsoft.com/download.aspx 

Silahkan download Tag Reader anda, dan silahkan coba baca informasi apa yang terkandung di gambar di bawah ini ?

image

 

Realtime Reporting

Apa keuntungannya untuk si pemilik tag ? Pemilik tag bisa memonitor semua orang yang telah membaca tag tersebut ! Nah contohnya, saya bisa mendapatkan laporannya secara realtime melalui situs http://tag.microsoft.com/Reports/Individual.aspx –> dari laporan ini saya bisa melihat bahwa tag saya telah dibaca 2x (soalnya baru saja dibuat dan memang baru 2x testing melalui 2 perangkat mobile phone dari vendor berbeda)….

image

Microsoft Tag in Black & White

Jika anda kawatir dengan ongkos cetak di printer warna, Microsoft Tag juga bisa dicetak dalam hitam putih seperti gambar di bawah ini (silahkan coba baca dengan Tag Reader anda) :

image

Selamat mencoba !

Sunday, April 24, 2011

Cegah Kehilangan Data dengan BitLocker

BitLocker merupakan fitur pengacakan (encryption) yang ada di Windows Vista dan Windows 7 edisi Ultimate dan Enterprise. BitLocker juga terdapat di Windows Server 2008. BitLocker berguna untuk mengacak data di dalam hard disk menggunakan algoritma AES 128 bit.

Berikut ini icon hard disk di laptop saya dengan BitLocker :

image

Terlihat di atas bahwa ada gambar gembok yang menempel di local disk (C:) saya.

Selain dari melakukan pengacakan pada hard disk internal, BitLocker juga bisa melakukan pengacakan pada hard disk atau USB Flash drive yang removable. Berikut ini saya coba colok USB Flash saya, dan saya pilih untuk mengaktifkan proteksi BitLocker di USB :

image

 

TPM

BitLocker memerlukan modul TPM (versi 1.2 atau yang lebih tinggi) yang terpasang pada laptop/PC anda. TPM adalah Trusted Platform Module, yaitu suatu modul Secure Cryptoprocessor berbentuk suatu chip yang ditanam di motherboard suatu laptop/PC. Biasanya hanya high end laptop/PC yang sudah terpasang modul TPM ini.

Mengaktifkan BitLocker

BitLocker mudah sekali untuk diaktifkan, caranya adalah :

  1. Pastikan Laptop/PC anda memiliki TPM (melalui menu BIOS atau melalui menu “Device Manager –> Security Devices”
  2. Buka Windows Explorer, kemudian pilih hard disk (bisa internal atau removable) yang ingin diacak, klik kanan kemudian pilih “Turn On BitLocker”
  3. Pilih password untuk unlock (bisa juga anda pilih Smart Card, jika anda punya)
  4. Jangan lupa simpan recovery key ke dalam suatu file

Proses pengacakan hard disk memakan waktu cukup lama, namun setelah selesai maka proses baca/tulis hard disk akan kembali ke kecepatan normal, seolah-olah tidak ada beban encryption.

Skenario Perlindungan BitLocker

BitLocker hanya melindungi data di laptop/PC anda jika laptop/PC anda dalam keadaan MATI (POWER OFF) atau HYBERNATE dan bukan sedang Log Off atau Sleep. Dalam power on, maka data di laptop/PC anda hanya terlindungi oleh password user saja.

Oleh karena itu jika anda benar-benar ingin keamanan maksimal, sangat direkomendasi supaya laptop/PC anda selalu di power off setelah selesai bekerja.

Nah, jika laptop/PC anda hilang tapi dalam keadaan power off, maka BitLocker akan melindungi data anda secara maksimal. Di bawah ini ada beberapa skenario perlindungan BitLocker :

  1. Jika Penyerang memiliki akses ke laptop/PC anda langsung : BitLocker menggunakan kunci berupa PIN (Personal Identification Number), berupa sederatan digit atau karakter keyboard dengan panjang antara 4 sampai 20 digit/characters. Si penyerang bisa mencoba mencari kemungkinan kombinasi PIN menggunakan teknik yang disebut Brute Force Attack atau Dictionary Attack. Namun TPM akan mendeteksi hal ini, dan mencegah hal ini dengan menerapkan timer yang meningkat secara eksponensial untuk setiap kali percobaan PIN yang salah. TPM (tergantung si pembuat TPM) juga membatasi jumlah maksimum percobaan ini.
  2. Jika Penyerang melepas hard disk internal anda dan mencoba akses dari PC lain : Jika si penyerang menggunakan Linux malah BitLocker tidak bisa dibaca sama sekali, karena Linux tidak mengenal BitLocker. Jika si penyerang menggunakan Windows 7 atau Server 2008 dan dukungan modul TPM, maka BitLocker akan meminta penyerang untuk memasukkan kunci BitLocker yang terdiri dari 160 buah karakter keyboard.
  3. Jika Penyerang menggunakan aplikasi forensic komersial seperti Passware Kit Forensic  : Jangan kawatir, semua aplikasi forensic tidak bisa membongkar BitLocker. Aplikasi forensic seperti ini membutuhkan akses ke komputer yang masih menyala aktif dan sudah masuk ke dalamnya sebagai user.
  4. Jika Penyerang menggunakan tool hacker seperti OphCrack Live CD : Tool ini hanya bisa membongkar password Windows, tetapi tidak bisa membuka proteksi BitLocker. Data anda akan tetap aman dengan perlindungan BitLocker

Saran untuk Meningkatkan Keamanan

Meskipun BitLocker sangat aman, namun BitLocker bukanlah jawaban atas segala masalah keamanan kita. Selalu gunakan best practice dalam melakukan komputasi ;

  1. Gunakan selalu software Legal yang dibeli dari penjual terpercaya (software illegal atau ASPAL selalu mengandung trojan atau agen berbahaya yang bisa dikontrol dari jarak jauh)
  2. Secepatnya install anti virus dari pembuat antivirus terpercaya. Jika anda menggunakan Windows 7 legal, anda bisa mendownload Microsoft Security Essentials yang gratis (download di http://www.microsoft.com/en-us/security_essentials/default.aspx )
  3. Lakukan update secara otomatis (update berkala)
  4. Aktifkan BitLocker
  5. Jangan install aplikasi sembarangan
  6. Aktifkan fitur security & privaci di Internet browser anda
  7. Gunakan akal sehat
  8. Jangan tinggalkan PC/Laptop anda dalam keadaan hidup
  9. Selalu lock PC/Laptop anda jika anda meninggalkannya meski cuma sebentar (windows 7 cukup menekan “WINDOWS” “L” )
  10. Jika anda bepergian, lakukan Power Off atau Hybernate ke hard disk, supaya data anda terlindung BitLocker di saat perjalanan
  11. Biasakanlah melakukan backup otomatis ke NAS (Network Access Storage) atau media backup lainnya, hal ini akan memudahkan anda melakukan recovery jika ada kehilangan data

Sebenarnya banyak lagi yang lain, tapi beberapa hal tadi di atas sudah sangat memadai melindungi data anda dari kerusakan, virus, dan juga kehilangan data sensitif jika laptop/PC anda dicuri orang.

Saturday, April 23, 2011

Sama-sama Gratis tapi tidak sama : Microsoft Word Web Apps vs Google Docs

Di bawah ini adalah file original tampak dari Microsoft Word 2010 :

image

Jika anda ingin share dokumen ini ke teman-teman lain dengan gratis, ada beberapa cara :

  1. Gunakan windows live skydrive di http://live.com 
  2. Gunakan google docs di http://docs.google.com 

Keduanya merupakan layanan cloud yang gratis. Seharusnya dokumen yang dishare tidak akan berubah bentuk. Ternyata sharing melalui live.com atau google docs hasilnya tidak sama, dan anda bisa bandingkan sendiri di bawah ini (silahkan click langsung di gambar untuk perbandingan langsung) :

Windows Live Skydrive (word web app) Google Doc

Kesimpulan :

  • Windows Live skydrive tidak mengubah bentuk dokumen. Dokumen tetap terlihat seperti aslinya
  • Google Doc mengubah komposisi dokumen, style header, watermark hilang, desain smart art hilang, gambar grafis hilang, dan catatan kaki juga hilang

Nah keduanya merupakan layanan gratis, anda mau pilih yang mana ?

Sumber : http://sharepoint.microsoft.com/businessproductivity/en-us/Why-Microsoft/compare-demo/Pages/google-documents-vs-word-web-app.aspx

iPhone 4, iPhone 3G Location Tracking bisa dimanfaatkan untuk melacak seluruh kegiatan pemiliknya

Teknologi bagaikan pisau bermata dua. Semua perangkat mobile canggih sekarang bisa melakukan location tracking, namun hanya iPhone yang sangat menghebohkan.

Mengapa ?

Location tracking di iPhone ternyata memanfaatkan suatu fasilitas pencatatan log perjalanan lengkap (dengan detail informasi posisi dan catatan waktu) dengan sejarah (history) yang tidak dibatasi. Artinya, catatan perjalanan akan ada semenjak perangkat telepon ini diaktifkan oleh pemiliknya. Dan Apple melakukan hal ini tanpa persetujuan oleh pemiliknya.

Location Tracking tidak bisa dimatikan !

Ada satu hal yang mengganggu di sini, karena ternyata pencatatan ke dalam log file tetap berjalan meskipun fitur ini telah dimatikan melalui menu. Ukuran log file juga tidak dibatasi oleh Apple, sehingga pencatatan akan berjalan sangat lengkap semenjak perangkat ini diaktifkan oleh pemiliknya untuk pertama kalinya.

 

 

 

iPhoneTracker

Celah keamanan privasi ini ditemukan oleh seorang programmer yang kemudian membuat aplikasi gratis open source bernama iPhoneTracker dan bisa didownload di sini : http://petewarden.github.com/iPhoneTracker/

 

image

File yang disimpan oleh iPhone ini mengandung informasi yang sangat detail mengenai catatan-catatan perjalanan si pemakai, yang terdiri dari lokasi (diambil dari GPS dan interpolasi radio yang sangat akurat) dan informasi lengkap tentang waktu hal itu terjadi.

Aplikasi akan menampilkan informasi secara umum (bird eye view), kemudian informasi ini bisa di drill down untuk mendapatkan informasi yang lebih detail. Dan siapapun yang memegang telepon ini (meski bukan pemiliknya) akan bisa mendapatkan informasi ini dengan sangat mudah melalui aplikasi ini.