Tuesday, August 18, 2009

Disable Hibernation untuk menghemat Hard Disk

Windows 7 memiliki fasilitas hibernation yang memakan ruang hard disk yang cukup besar, apalagi jika DRAM (memory) anda berukuran raksasa. Hibernation akan membuat file bernama “hiberfil.sys” yang diletakkan di disk C (sama dengan lokasi WINDOWS-nya).

Hiberfil.sys ini akan tetap berada di C meskipun kita matikan hibernation. Untuk mendisable hibernation dan mendelete file ini, kita bisa gunakan command line sebagai-berikut :

  • Click start (di sudut kiri bawah), ketik “command”, temukan “Command Prompt” di bagian program (sebelah atas), kemudian click kanan, dan pilih run as administrator

                      image

                       

              • Command Prompt akan muncul kemudian masukkan perintah berikut ini : powercfg -h off

              • Setelah itu anda bisa delete hiberfil.sys : del c:\hiberfil.sys

              Hard Disk Anda Penuh ? Temukan dan Delete File Besar menggunakan WinDirStat

              Jika anda seperti saya, sering bereksperimen dengan aplikasi yang bermacam-macam, sering mendownload file dan sebagainya, suatu saat anda akan mengalami hard disk penuh, dan anda tidak tahu file mana yang musti didelete…

              Gunakan aplikasi Open Source ini : WinDirStat , aplikasi ini gratis dan bisa didownload di sini : http://windirstat.info/ 

              WinDirStat akan menampilkan isi hard disk kita secara grafis, dan kita bisa memilih dengan mudah mana file-file yang bisa didelete…

              image

              Saya sudah mencoba WinDirStat dengan Sistem Operasi Windows 7 64bit dengan aman :)

              Friday, August 14, 2009

              Indonesia INC - Peningkatkan Daya Saing Indonesia melalui Pendayagunaan ICT di Desa

              Information and Communication Technology (ICT) merupakan satu landasan untuk mewujudkan misi dan visi Indonesia. Landasan ICT yang kuat memungkinkan eksplorasi dan eksploitasi semua potensi sumberdaya Indonesia (manusia, kebudayaan, dan alam) secara optimal. Didukung oleh kekayaan sumberdaya Indonesia yang luar biasa, tidaklah mustahil untuk bangsa Indonesia menjadi besar dan disegani oleh bangsa lain di dunia.

              Kebanyakan orang mengira bahwa ICT hanya produk teknologi tinggi yang berperan hanya di kota-kota besar (di mana infrastruktur komunikasi data sudah sangat bagus), dan bahwa manfaat ICT di desa-desa belumnya banyak. Dari sisi pekerjaanpun, ICT hanya dipandang sebagai konsumsi pekerja kantor, dan kurang cocok untuk diterapkan di pedesaan.

              Padahal ICT sangat bisa diterapkan untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat di pedesaan :

              • Peningkatan Pendidikan :
                • Membantu pelatihan dan penyuluhan petani secara terintegrasi sehingga hasil pertanian bisa meningkat berkali-kali lipat
                • Membantu pelatihan dan penyuluhan kesehatan untuk menurunkan tingkat kematian ibu dan bayi, dan meningkatkan gizi dan kecerdasan generasi yang lebih muda
                • dsb
              • Pembinaan Inovasi :
                • Proses pendaftaran hak cipta yang lebih mudah, cepat, dan aman
                • Kolaborasi yang lebih mudah di dalam suatu ekosistem yang sama
                • dsb
              • Penciptaan Peluang :
                • Proses jual-beli yang transparan dan cepat
                • Kesempatan berbisnis di bidang layanan ICT ini
                • dsb

              ICT untuk Pedesaan

              Sebenarnya banyak pemain ICT yang menaruh perhatian besar terhadap masyarakat pedesaan sudah cukup lama bergerak untuk meningkatkan penetrasi ICT ke desa-desa. Sebagai buktinya, sekarang kita bisa browsing internet hampir di manapun di seluruh Indonesia. Dampaknya memang mulai terasa, namun masih jauh dari optimal.

              Baru sedikit sekali desa-desa yang benar-benar terbantu oleh ICT. Sisanya masih belum terjamah, dan masih melakukan semua kegiatan sehari-hari secara tradisional.

              Untuk memanfaatkan ICT di desa, sebenarnya langkahnya cukup sederhana, dimulai dengan membuat pusat-pusat layanan ICT (semacam Warnet Plus yang menyediakan layanan lain) yang dilengkapi dengan karyawan dan penyuluh melek ICT yang siap membantu masyarakat mendapatkan :

              • Informasi :
                • menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar pasar (apa yang sedang laku, harga komoditi, pupuk, dsb)
                • kapan saat yang tepat untuk melaut dsb
                • bagaimana mengolah hasil bumi/laut yang lebih baik dsb
                • fasilitas kredit, bantuan pemerintah, dsb
              • Penyuluhan :
                • fasilitasi kegiatan penyuluhan kesehatan, pertanian, dsb
                • fasilitasi teleconference dengan kelompok petani di desa lain
              • Pelatihan :
                • kegiatan pelatihan penggunaan komputer bersertifikat
                • pelatihan tentang kesehatan, pertanian, dsb melalui modul-modul e-learning & multimedia
              • Layanan Kependudukan :
                • pengurusan KTP, perijinan, dsb

              Beberapa Hambatan

              Microsoft memiliki program CTC (Community Technology Center) yang misinya mirip yaitu memajukan penduduk desa melalui pemanfaatan ICT dengan pendampingan oleh LSM. Ada lebih dari 130 CTC yang sudah beroperasi dengan baik di Indonesia. Di bawah ini adalah foto yang diambil dari salah satu CTC di Nusa Lembongan :

              image

              Ada banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik dari kegiatan CTC ini misalnya yang menonjol adalah :

              • Keinginan masyarakat yang sangat tinggi, sehingga tidak terganggu oleh keterbatasan infrastruktur internet yang sangat lambat, dan listrik yang tidak stabil…
              • Ketaatan terhadap tradisi cenderung menolak semua hal baru yang dirasa berlawanan, sehingga diperlukan proses pendampingan yang lebih sabar dan lebih aktif terlibat
              • Perlunya pengawasan yang lebih tinggi mengingat tidak adanya mekanisme kontrol tertentu untuk memblokir konten yang tidak aman (seringkali dikunjungi secara sembunyi-sembunyi)

               Indonesia Incorporated

              Microsoft CTC sebenarnya sudah cukup sukses menjalankan misinya, namun untuk benar-benar memajukan ekonomi Indonesia melalui pemanfaatan ICT di pedesaan, kita memerlukan lebih dari CTC. Kita memerlukan sistem ICT yang terintegrasi sekelas sistem enterprise yang ada di perusahaan-perusahaan.

              image

              Pada dasarnya kita berupaya memberikan konten yang positif dan terkontrol kepada seluruh masyarakat pengguna Warnet Plus. Konten bermutu dikembangkan oleh para penyedia konten, baik dari kalangan pemerintah, peneliti, akademis, maupun dari internet. Namun di sini diperlukan sebuah badan untuk melakukan seleksi dan filtering mengenai konten apa saja yang aman.

              Konten sendiri akan didorong ke semua warnet plus melalui infrastruktur jaringan yang seadanya. Dengan fasilitas “dorong” ini, maka semua pengguna warnet plus akan merasakan kecepatan yang luar biasa pada saat mereka mengakses konten yang sudah tersedia di server lokal. Jika mereka mengakses konten yang belum ada di server lokal, maka permintaan akses pertama akan lambat (sesuai dengan kapasitas gateway internet yang ada), tetapi pengguna kedua dan seterusnya akan merasakan peningkatan kecepatan yang besar. Ini dimungkinkan dengan teknologi cache.

              Untuk mencapai skala implementasi yang besar, diperlukan suatu arsitektur yang skalabel dan didukung oleh sistem operasi jaringan dan server yang memang mampu mengenali semua jenis traffic dan dapat secara otomatis mengenali mana konten yang harus diblok, mana yang harus dicache, mana yang harus diutamakan, dan sebagainya, disamping juga harus melakukan semua ini secara virtual di atas arsitektur perangkat keras yang parallel (untuk mencapai keandalan dan kinerja yang setinggi-tingginya).

              Salah satu sistem operasi terbaik untuk keperluan ini adalah Microsoft Windows Server 2008 R2 yang memiliki beberapa kemampuan canggih seperti :

              • Teknologi cache yang sudah built in, akan mempercepat Internet yang bolot
              • Mendukung multi core untuk performance yang skalabel
              • Mendukung virtualisasi
              • Hemat listrik
              • Sistem high availability yang mencegah downtime
              • Manajemen server yang mudah
              • Sistem replikasi konten yang canggih

              Dengan sistem operasi yang secanggih ini, yang tinggal hanya kreativitas penyedia konten saja…. soalnya biaya juga tidak akan menjadi masalah karena ada model pembayaran secara bagi hasil secara kemitraan melalui PPP (Public Private Partnership)….

              Beberapa hal yang perlu didiskusikan :

              1. Bagaimana langkah sosialisasi yang paling tepat supaya masyarakat di pedesaan mengetahui keberadaan ICT pedesaan ini ?
              2. Apa langkah awal yang tepat untuk menarik minat masyarakat pedesaan terhadap ICT ?
              3. Bagaimana mengatasi kendala bandwidth ?

              Tuesday, August 11, 2009

              Infrastruktur IT yang Dinamis untuk Mendukung Bisnis yang Lincah

              Situasi bisnis yang modern menuntut setiap perusahaan untuk memanfaatkan IT supaya lebih kompetitif. Kebanyakan investasi IT ditujukan untuk konsolidasi atau integrasi ke dalam mesin bisnisnya. Banyak perusahaan yang menyadari hal ini, kemudian mulai memperbaiki sistem IT di data center-nya untuk mengantisipasi perkembangan bisnis di masa depan. Yang jelas optimisasi infrastruktur akan meningkatkan nilai strategis dan menjadikannya landasan bisnis untuk mencapai tujuan bisnis dengan lebih cepat dan efektif.

              Sebenarnya seberapa penting transformasi IT dari cost center menjadi aset bisnis strategis di situasi bisnis sekarang ? dan bagaimana mencapainya ?

              Infrastruktur yang dinamis

              Pada umumnya orang selalu beranggapan bahwa IT selalu merupakan cost center. Namun tahukah anda bahwa dengan rancangan yang matang IT bisa dijadikan platform berbisnis yang sangat lincah ? Dengan platform bisnis yang lincah perusahaan bisa bergerak dengan cepat dan memutuskan segala sesuatunya dengan akurat berdasarkan informasi yang didapat secara realtime.

              Dengan platform bisnis yang solid dan lincah ini, pimpinan perusahaan dapat membuat keputusan-keputusan bisnis yang lebih tepat dan cepat daripada lawan bisnis. Pimpinan perusahaan juga dapat memperkirakan trend pasar, sehingga dapat mengantisipasinya jauh-jauh hari sebelumnya.

              Misalnya dengan informasi yang akurat, kita dapat memfokuskan diri pada pelanggan-pelanggan yang memiliki dana. Perusahaan juga dapat mengalokasikan dana untuk mengembangkan produk yang benar-benar dibutuhkan para pelanggan tadi. Kemampuan ini sangat penting, terutama di jaman susah uang seperti sekarang ini.

              Dengan platform yang dinamis, pimpinan juga bisa mengubah haluan lajunya perusahaan dengan cepat tanpa memporakporandakan mesinnya. Misalnya tiba-tiba pemerintah mengeluarkan regulasi baru yang kurang menguntungkan, maka pimpinan perusahaan dapat dengan cepat mengubah haluan sesuai arahan baru pemerintah.

              Platform yang dinamis juga bisa berjalan sendiri secara otomatis, sehingga pergantian administrator atau pegawai tidak menyebabkan kelumpuhan di sistem ITnya.

              Platform IT yang untuk Bisnis yang Dinamis

              Sebuah model telah dikembangkan untuk membuat infrastruktur yang dinamis. Model ini disebut sebagai model optimisasi infrastructure (IO model). IO Model membantu pembuat keputusan IT untuk mengevaluasi tingkat kematangan infrastruktur IT mereka dan mengetahui fitur-fitur apa yang masih perlu ditingkatkan untuk mendukung bisnis lebih baik.

              Bila diimplementasikan dengan baik, maka IO model akan memotong biaya infrastruktur dengan sangat signifikan, tetapi tetap memberikan fungsi-fungsi canggih untuk mendukung gerakan perusahaan yang dinamis.

              IO model membagi infrastruktur ke dalam beberapa bagian, seperti akses end user, situs portal, aplikasi inti, sistem pendukung, konektor ke sisi external, jaringan dan keamanan, dan manajemen. Semua bagian tersebut berjalan secara modular di atas platform sistem operasi kelas server, misalnya Windows Server 2008 R2 yang merupakan sistem operasi yang paling gres dari Microsoft.

              Sistem operasi ini akan menutup semua kerumitan mekanik di sisi jaringan yang seperti sarang laba-laba. Jika diibaratkan bangunan, maka jaringan bisa dianggap sebagai pondasi rumah yang mungkin menggunakan pondasi cakar ayam, sementara sistem operasi ini adalah lantai batu granitnya. Semua kerumitan sistem air, listrik, telekomunikasi, gas yang ada di dalam rumah akan rapih tertanam dan tertutup oleh lantai batu granit yang kokoh sekali namun juga terlihat kinclong.

              Di atas batu granit tersebut kita bisa mulai meletakkan asesoris pendukung rumah seperti lemari, tempat tidur dan sebagainya. Dan kita bebas menggeser2 semua komponen tersebut untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pada saat itu.

              Nah di dalam bisnis, lantai batu granit tadi adalah Microsoft Windows Server 2008 R2 yang mendukung semua fasilitas akses end user, portal dan sebagainya melalui teknologi virtualisasi yang sangat canggih. Pengambil keputusan bisa dengan cepat mengubah2 layanan karena teknologi virtualisasi Windows Server 2008 R2 yang optimum membuat semua perubahan tersebut instan tanpa downtime.

              “Downtime” ini adalah istilah yang sangat mengerikan di dunia bisnis, dan downtime yang mengejutkan dapat menyeret perusahaan ke lubang toilet. Apakah anda ingat cukup banyak bank di Indonesia yang kredibilitasnya terganggu karena akses ke ATMnya jatuh secara serempak pada saat jam sibuk ? Semua ini bisa menyebabkan rumor yang tidak sehat dan berakibat bank kehilangan pelanggan.

              Di dunia bisnis, downtime ini bahkan diukur dalam hitungan menit pertahun….

              Infrastruktur IT yang menguntungkan untuk bisnis

              Bagaimana caranya infrastruktur yang optimum membantu bisnis ?

              Saya akan ambil beberapa contoh :

              • Sebuah bank memutuskan untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan dengan cara menawarkan cara menarik untuk pelanggan menghubungi call centernya. Teknologi bisa membantu merealisasikan hal ini dengan memanfaatkan jaringan Internet dan perangkat laptop/komputer milik pelanggan sendiri. Microsoft Windows Server bisa digunakan sebagai landasan teknologi yang aman, cepat, dan efisien untuk mendukung semua aplikasi VoIP, messaging, dan internet banking untuk mendapatkan lebih banyak pelanggan tanpa harus menambahkan ATM. Bank akan diuntungkan dengan makin besarnya cakupan layanan Bank tanpa harus menambah investasi besar, karena bagian paling mahal (akses ke fasilitas banking) sudah dimiliki pelanggan sendiri yang memiliki komputer/laptop
              • Sebuah perusahaan telekomunikasi ingin selalu memberikan layanan yang kreatif untuk memenangkan kompetisi. Kali ini perusahaan ini memberikan diskon khusus, kali yang lain memberikan layanan data gratis, kali yang lain lagi memberikan layanan TV over mobile phone. Semua layanan ini umurnya tidak panjang, hanya beberapa bulan saja, kemudian akan diganti lagi dengan layanan2 lain yang mengejutkan. Perusahaan ini jelas sangat tergantung akan adanya infrastruktur yang sangat kuat dan dinamis untuk memungkinkan rekonfigurasi server dan aplikasi secara on the fly. Windows Server 2008 R2 sangat mampu melakukan hal itu, semua aplikasi bisa divirtualisasikan sehingga perubahan seperti apapun hanya akan memakan waktu yang sangat singkat dan tanpa mengganggu layanan lain yang sedang berjalan

              IT sebagai Aset Strategis

              Perusahaan modern menyadari bahwa fungsi IT menjadi semakin penting, telah terjadi pergeseran dari sekedar cost center menjadi aset perusahaan yang sangat strategis.

              Namun untuk memastikan kesuksesan implementasi landasan IT yang dinamis ini, perusahaan juga harus melakukan penyelarasan tujuan bisnis dan IT, peningkatan sumber daya manusia, dan perbaikan peraturan di dalam perusahaan sehingga pegawai akan memiliki kewenangan untuk melakukan tugasnya, merangkul pelanggan dengan lebih efektif, memanfaatkan informasi bisnis yang kritis, dan berkolaborasi lintas departemen (atau dengan mitra bisnis).