Sunday, February 10, 2008

Cisco Nexus 7000 beats Force 10, EMC, Foundry, Brocade and Juniper

The Nexus 7000 beats competitors including Force 10, EMC, Foundry, Brocade and Juniper in terms of performance, resources and intellectual property.

The New York Times
John Markoff January 28, 2008, Cisco to Sell Faster Switch for Flood of Remote Data

Industry analysts said that the Nexus product line…is expected to put new pressure on competitors like Juniper Networks, Force10 Networks and Brocade Communications Systems.
A number of industry analysts said they were awaiting a similar announcement from Juniper Networks, but added that they thought it would fall short of the Cisco switch. Nick Lippis, editor of the Lippis Report, said, “I anticipate that Juniper will have port density, high performance and availability, but will not be able to match the intellectual property of Nexus.”

Byte and Switch
Mary Jander, January 28, 2008, Storage Must Wait for Cisco's Data Center Vision

Nick Lippis, analyst with Lippis Enterprises, says Cisco has "upped the performance to levels unseen. It's a new platform that will be with the industry for the better part of a decade." Nexus is already ahead of high-end Ethernet switch competitors Force10 and Foundry in terms of performance; even other large vendors like EMC will have trouble matching this particular feature set, he says.

"Cisco spent over a billion dollars over four years. No other company really has the resources and the intellectual property in the networking and storage spaces to match that," Lippis insists. "Cisco is unifying back-end, front-end, and backup switching in the data center."

MTR - Multi Topology Routing to control Load Sharing traffic in WAN

Sometimes my customers (especially large enterprise or oil companies) ask me if it is possible to route different traffic via different physical links. Usually they ask this question in order to load share the traffic via multiple physical links. This makes sense, since bandwidth is very expensive in Indonesia, and by controlling traffic, they can make good use of the backup links for less critical traffic.

There are several alternatives to solve this problem. In the old days, we could use policy routing, but it is cumbersome and (for some small routers) it is CPU intensive, we have to find different way...

Multi Topology Routing
Multi Topology Routing introduced by Cisco to allow one physical network topology to support many logical topology that is used by different applications. Refer to the figure below :

This is an example where one physical (base) network can support three different applications (voice, multicast and video) in three different logical topology.

MTR (Multi Topology Routing) is configured using router address family configuration command under the following routing protocol : BGP, EIGRP, IS-IS, and OSPF.

Other Alternatives
Other alternatives is MPLS TE (Traffic Engineering), which also capable to control traffic similar to MTR. However MPLS TE requires MPLS to be configured in the network, and it does require large/jumbo frame support to accommodate MPLS label overhead. And not every data link layer support this... (anyway, if you're interested, may be next time I'll post an article re MPLS TE).

FCoE - Fiber Channel over Ethernet

FCoE (Fiber Channel over Ethernet) is a protocol specification that maps Fiber Channel over Ethernet. FCoE allows consolidation between Fiber Channel and Ethernet traffic in a single Ethernet media. FCoE was proposed by Cisco to T11 in April 2007.

FCoE deliver Fiber Channel over Ethernet with the same latency, security, and traffic management attributes. FCoE consolidates Fiber Channel as the dominant storage protocol in the data center today, with Ethernet. FCoE is a native transport for Fiber Channel, so interoperability is no issue between FCoE and Fiber Channel.

FCoE is recommended to run on Lossless Ethernet (like the one that is supported by Cisco Nexus 7000). Lossless Ethernet will make Fiber Channel traffic feels at home on ethernet. The normal Ethernet network could also be used for FCoE, but it is not recommended, unless you could avoid traffic drop by avoiding congestion from happening in your Ethernet network. One way to achieve this by implementing CBFC (Class Based Flow Control) for Ethernet which adds a pause capability for individual ethernet data flow similar to FCoE, thus avoiding network from being congested.

Btw., there is also other alternative than FCoE for consolidation. iSCSI also enables SAN consolidation with Ethernet, but FCoE is faster (has lower latency) and less CPU intensive (more scalable).

Cisco Nexus 7000 - memberikan solusi Keamanan, Biaya, dan Kecepatan dalam arsitektur Data Center 3.0

Sistem Data Center di banyak perusahaan di Indonesia sudah cukup maju, dan pada umumnya menggunakan perangkat switching Cisco Catalyst dan MDS series. Catalyst digunakan untuk Ethernet Switching, sementara MDS digunakan untuk SAN (Storage Area Networking). Beberapa tahun belakangan ini, malah terjadi peningkatan besar2an di bidang pembangunan data center di banyak tempat (perusahaan swasta maupun pemerintah). Salah satu mesin pendorongnya adalah "regulasi pemerintah"....


Sebenarnya memang trend seperti ini tidak dialami oleh Indonesia saja. Di seluruh duniapun trend-nya sama, karena pembangunan data center yang proper memang akan sangat membantu perusahaan untuk bergerak dengan lebih fleksibel, rendah biaya, dan sesuai dengan regulasi.

Hal ini diperkuat oleh riset yang diadakan oleh IDC pada tahun 2006. IDC mengatakan bahwa tiga hal paling utama dalam pengembangan sistem IT di dalam satu perusahaan adalah :
  1. Keamanan – bagaimana membangun infrastruktur IT yang aman dan sesuai dengan regulasi (pemerintah maupun perusahaan itu sendiri)

  2. Biaya – bagaimana caranya mengurangi pengeluaran IT setiap tahun atau dalam satu kurun waktu tertentu

  3. Kecepatan – bagaimana caranya mempercepat peluncuran aplikasi2 baru IT sesuai dengan kebutuhan bisnis

Posting ini akan membahas Cisco Nexus 7000 sehubungan dengan hasil riset IDC ini.

Cisco Nexus 7000

Cisco baru saja memperkenalkan produk Data Center Switching baru seri Nexus 7000, dengan kapasitas switching lebih dari 15 Tbps. Produk seri ini telah menghabiskan dana R&D lebih dari 1 milyar dolar Amerika dalam kurun waktu 4 tahun terakhir.

Visi Cisco Data Center 3.0

Nexus 7000 memang dirancang khusus untuk keperluan Data Center, dan sesuai dengan visi Cisco tentang Data Center 3.0, yaitu : data center yang terdiri dari kumpulan jaringan, aplikasi, storage, dan komputer yang bisa dikombinasikan secara realtime untuk memenuhi kebutuhan bisnis dan aplikasi. Untuk mencapai visi ini, jaringan data center harus memiliki beberapa sifat, seperti : high availability, kinerja yang terprediksi, dan virtualisasi dari semua layanan jaringan. Cisco Nexus 7000 memenuhi semua ketentuan tadi.

Data Center 3.0 bukan solusi proprietary, karena Cisco juga berkolaborasi dengan banyak pemain di dunia data center ini, seperti Accenture, Dell, EMC, HP, IBM, Microsoft, Oracle, SAP , dan lain-lain.

Cisco Nexus 7000 - Keamanan

Kembali pada hasi riset IDC, hal paling utama di dalam pengembangan sistem IT sekarang ini adalah masalah Security.

Salah satu kemampuan Nexus 7000 di dalam keamanan jaringan adalah Cisco TrustSec (Cisco Trust Security). Cisco TrustSec merupakan terobosan baru di bidang security, dimana Cisco TrustSec memungkinkan sebuah perusahaan untuk menerapkan aturan keamanan jaringan secara menyeluruh. Cisco TrustSec memberikan beberapa fungsi seperti :

  • Pengaturan akses jaringan kampus yang aman – caranya setiap orang dan perangkat harus melalui proses pemeriksaan menyeluruh dahulu sebelum diijinkan masuk ke dalam aplikasi dan sumber2 lain di dalam jaringan

  • Kerangka aturan yang tergabung menjadi satu – cara autentikasi yang ada sekarang ini sangat beragam sehinggan menyulitkan penerapan di lapangan. Cisco TrustSec menyelesaikan masalah ini dengan pemasangan sebuah mesin pengatur yang terpusat untuk menyatukan semua aturan2 yang ada

  • Integritas dan Keamanan yang menyeluruh – semua data yang keluar masuk jaringan akan dijaga integritas dan keamanannya sesuai dengan aturan yang berlaku

Cisco TrustSec dapat diterapkan secara menyeluruh di dalam satu perusahaan untuk memenuhi regulasi pemerintah atau industri, seperti HIPAA dan Sarbanes-Oxley. Sehingga investasi yang sudah keluar dalam pembangunan sistem IT tidak akan sia-sia, karena perangkat yang sudah dibeli tidak perlu diganti hanya karena tidak sesuai aturan yang ada.

Cisco Nexus 7000 – Biaya

Cisco Nexus 7000 menggunakan Unified Fabric, artinya dengan satu perangkat Nexus 7000 saja, perusahaan tidak perlu lagi membangun jaringan2 terpisah untuk layanan2 penyimpanan data (semacam hard disk, tape, dll), pengolahan data, dan jaringan. Dengan demikian akan terjadi penghematan yang banyak dari sisi perkabelan dan pembelian perangkat. Unified fabric juga akan membuat ukuran data center baru menjadi kecil dan ringkas, sehingga akan terjadi lagi penghematan tambahan dari sisi listrik dan pendingin. Keuntungan lain adalah, dengan mengecilnya data center, maka ruangan data center yang tadinya besar bisa digunakan untuk keperluan lain. Network fabric yang tunggal seperti ini, dalam jangka panjangnya akan mengurangi biaya operasi dan administrasi juga. Hal ini diperkuat oleh riset yang diadakan oleh Bernstein yang melaporkan bahwa penggunaan unified fabric akan mengurangi penggunaan listrik secara menyeluruh sebesar 8%.

Cisco Nexus 7000 – Kecepatan

Visi Cisco di dalam data center adalah menghubungkan semua server menjadi suatu resource untuk komputing, penyimpanan data, dan jaringan melalui sebuah unified fabric. Hal ini akan memberikan keuntungan gabungan dari kekuatan operasi dari infrastruktur yang terpusat dengan keluwesan sebuah sistem yang terdistribusi. Inti dari visi ini adalah sistem otomatisasi dan orkestrasi terpusat sehingga infrastruktur data center bisa cepat sekali memberikan respon terhadap setiap keperluan berbisnis.

Peningkatan kecepatan respon data center dengan menggunakan sistem otomatisasi dan orkestrasi terpusat Cisco ini sangat significant. Berikut ini adalah gambaran kasarnya :

  • Tanpa menggunakan sistem ini, tim pengembangan aplikasi IT memerlukan waktu berminggu-minggu atau bahkan berbulan2 untuk mendapatkan aproval sampai perangkat testing siap digunakan untuk pengembangan aplikasi baru

  • Dengan menggunakan sistem ini, tim pengembangan aplikasi IT hanya memerlukan hitungan menit saja untuk mendapatkan perangkat testing untuk pengembangan aplikasi baru

Peningkatan kecepatan ini sangat dimungkinkan karena Cisco Nexus 7000 melakukan virtualisasi terhadap semua resource di dalam data center, sehingga semua proses dapat dilakukan otomatisasi dengan sangat cepat dan mudah.