Saturday, June 17, 2023

Melindungi Diri dari Ransomware: Wawasan tentang Perkembangan, Taktik, dan Praktik Terbaik dalam Perlindungan

English version could be read here 

Setiap hari, banyak individu, bisnis, bahkan entitas pemerintah, menemukan diri mereka berada di jangkauan pelaku jahat yang menggunakan senjata ampuh ransomware. Sudahlah masa ketika serangan cyber hanya merupakan gangguan atau ketidaknyamanan belaka. Ransomware, dengan sifatnya yang licik dan potensi merusak, telah meningkatkan risiko ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini telah menjadi senjata pilihan bagi para penjahat cyber, mampu menimbulkan kerusakan dalam skala yang tidak terbayangkan.

Serangan ransomware semakin umum di seluruh dunia, dan Indonesia tidak kebal terhadap tren ini. Selama beberapa tahun terakhir, negara ini telah mengalami beberapa insiden ransomware yang mencolok, antara lain:

  1. Pada bulan Mei 2023, Bank Syariah Indonesia (BSI), bank Islam terbesar di negara ini, mengalami serangan ransomware yang mengakibatkan gangguan layanan selama beberapa hari. Kelompok peretas LockBit mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut dan menuntut tebusan sebesar 20 juta dolar AS, yang ditolak oleh bank.
  2. Pada tahun 2022, Bank Indonesia, bank sentral Republik Indonesia, mengonfirmasi bahwa mereka menjadi target serangan ransomware. Untungnya, bank tersebut menjelaskan bahwa serangan tersebut tidak berdampak pada operasionalnya dan tidak mengorbankan data penting. Bank segera mengambil langkah mitigasi untuk mengatasi insiden tersebut.
  3. Pada bulan Juni 2021, Rumah Sakit Dharmais, sebuah rumah sakit di Indonesia, menjadi korban serangan ransomware yang mengenkripsi sistemnya dan menuntut pembayaran tebusan. Rumah sakit memutuskan untuk tidak membayar tebusan dan bekerja sama dengan para ahli keamanan cyber untuk memulihkan sistemnya. Serangan tersebut menyebabkan gangguan pada layanan rumah sakit, termasuk basis data pasien dan sistem rekam medisnya.

Apa itu Ransomware?

Ransomware adalah perangkat lunak jahat yang menghalangi pengguna untuk mengakses sumber daya komputer dan data pribadi mereka. Perangkat lunak ini mengenkripsi file, termasuk hard drive eksternal dan berbagi jaringan, dan menuntut tebusan untuk mendapatkan kunci dekripsi. Meskipun tujuannya adalah membatasi akses daripada menyebabkan kerusakan, ransomware menampilkan catatan tebusan di layar korban dan memberikan petunjuk pembayaran. Ransomware dapat menyebar ke perangkat yang terhubung dan sering digunakan oleh pelaku yang mencari metode pembayaran anonim seperti kartu tunai prabayar dan mata uang kripto untuk menghindari pendeteksian.

Evolusi Ransomware

Sepanjang sejarahnya, ransomware telah mengalami perkembangan yang signifikan. Kejadian pertama yang tercatat, dikenal sebagai AIDS Trojan, muncul pada tahun 1989 ketika Dr. Joseph Popp mendistribusikannya kepada para peneliti dalam sebuah konferensi AIDS. Berkedok sebagai program analisis risiko AIDS pada disket berlabel, perangkat lunak jahat ini diaktifkan setelah komputer korban dinyalakan ulang sebanyak 90 kali. Ia mengenkripsi semua file pengguna menggunakan algoritma enkripsi sederhana dan menuntut tebusan sebesar $378 untuk lisensi pemulihan file. Pembayaran diminta melalui cek kasir yang dikirim ke kotak pos di Panama. Namun, kesulitan dan penundaan pembayaran tebusan menghambat keuntungan dari serangan tersebut.




Pada tahun 2005, ransomware modern mendapatkan momentum dengan diluncurkannya Gpcoder. Ransomware ini mengikuti pola serupa dengan mengenkripsi file tertentu dan menuntut tebusan untuk dekripsi. Namun, enkripsi yang digunakan tidak seaman itu, dan perusahaan antivirus dengan cepat mengembangkan solusi dekripsi. Selain itu, pelacakan terhadap para penyerang meningkat karena mereka mencari pembayaran melalui platform seperti PayPal atau kartu kredit.

Pada pertengahan 2010-an, terjadi lonjakan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam serangan ransomware, sehingga tahun 2017 dijuluki sebagai "tahun emas ransomware". Hal ini disebabkan oleh insiden-insiden terkenal seperti WannaCry/WCry dan pengungkapan alat-alat yang bocor dari NSA, yang memfasilitasi penyebaran ransomware secara global dengan memanfaatkan kerentanan yang belum diperbaiki dalam sistem operasi Windows. 

Taktik Penyerang

Penyerang menggunakan berbagai taktik untuk mendistribusikan ransomware, termasuk:

  1. Rekayasa sosial, seperti melalui media sosial, SMS, dan serangan phishing, adalah metode umum infeksi ransomware.
  2. Serangan phishing sering mengandalkan teknik rekayasa sosial untuk menipu pengguna agar berinteraksi dengan tautan berbahaya atau mengunduh lampiran yang terinfeksi.
  3. Paket eksploit sering digunakan oleh penyerang untuk memanfaatkan kerentanan perangkat lunak atau sistem operasi dan menyuntikkan malware ke komputer yang ditargetkan. Contoh yang terkenal adalah serangan ransomware "WannaCry" pada tahun 2017, yang dengan cepat menyebar melalui jaringan dengan memanfaatkan kerentanan Microsoft Windows.
  4. Selain itu, para pelaku kejahatan sering memanfaatkan Remote Desktop Protocol (RDP) untuk mendapatkan akses tidak sah ke sistem dan menyebarkan ransomware dalam jaringan.

Pengurangan Risiko dan Atribusi

Untuk secara efektif mengurangi risiko dan mengidentifikasi serangan, penting untuk memahami taktik, teknik, dan prosedur yang digunakan oleh penyerang. Kerangka kerja MITRE ATT&CK® memberikan wawasan berharga dalam hal ini:

  1. Taktik menjelaskan tujuan strategis yang dikejar oleh penyerang, seperti mendapatkan akses jaringan awal.
  2. Teknik meliputi metode umum yang digunakan oleh pelaku ancaman untuk mencapai tujuan mereka, seperti menggunakan spear-phishing untuk masuk ke dalam jaringan.
  3. Prosedur menjelaskan langkah-langkah yang tepat yang dilakukan oleh penyerang saat menggunakan teknik atau sub-teknik tertentu, seperti melampirkan dokumen MS Office yang berbahaya dalam email spear-phishing.



Ransomware merupakan ancaman yang dapat memengaruhi perangkat-perangkat dengan berbagai sistem operasi, dan penting untuk dicatat bahwa sistem Windows mengalami jumlah serangan yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem Android, meskipun instalasi Windows lebih sedikit. Observasi ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan sistem Windows dibandingkan dengan sistem operasi lainnya.

Meskipun saat ini belum ada penjelasan pasti mengenai jumlah serangan ransomware yang lebih tinggi pada sistem Windows dibandingkan dengan Android, salah satu spekulasi yang mungkin adalah ketersediaan lebih banyak alat serangan ransomware yang secara khusus menargetkan Windows. Hal ini dapat disebabkan oleh faktor seperti penggunaan Windows yang luas di lingkungan bisnis. Namun, analisis dan penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan alasan pasti di balik perbedaan ini.

Best Practice

Terakhir, berikut adalah praktik terbaik untuk melindungi diri dari serangan ransomware:

  1. Selalu perbarui perangkat lunak: Secara teratur perbarui sistem operasi, aplikasi, dan firmware untuk mengatasi kerentanan yang diketahui dan memastikan sistem terlindungi.
  2. Lakukan pencadangan data secara teratur: Terapkan jadwal pencadangan yang teratur dengan pengujian frekuensi penyimpanan data cadangan dan proses pemulihan.
  3. Gunakan perangkat lunak antivirus/malware: Pasang dan secara teratur perbarui perangkat lunak antivirus/malware di semua perangkat, termasuk laptop, desktop, dan perangkat mobile.
  4. Batasi akses ke data sensitif: Batasi akses ke data dan sistem sensitif hanya untuk personel yang berwenang dan pastikan pengaturan kontrol akses dan izin diatur dengan tepat.
  5. Terapkan prinsip hak akses terendah (least privilege): Terapkan model hak akses terendah untuk membatasi tingkat akses pengguna ke sistem dan data.
  6. Gunakan otentikasi multi-faktor: Gunakan otentikasi multi-faktor untuk memastikan bahwa hanya pengguna yang berwenang yang diizinkan mengakses sistem dan data sensitif.
  7. Berhati-hati terhadap email phishing: Latih karyawan untuk berhati-hati terhadap email phishing, tautan, dan lampiran yang mungkin mengandung konten berbahaya dan laporkan email yang mencurigakan kepada personel IT.
  8. Tetapkan rencana tanggap insiden: Miliki rencana tanggap insiden yang memastikan respons yang cepat dan efektif terhadap serangan ransomware, termasuk rencana pemulihan data dari cadangan dan komunikasi dengan stakeholder.
  9. Secara teratur uji rencana respons insiden siber: Secara teratur uji dan perbarui rencana respons insiden siber untuk memastikan efektivitasnya.
Jika Anda memiliki keraguan atau pertanyaan, silakan tuliskan di bagian komentar di bawah ini.



Thursday, June 15, 2023

Strategi Cloud untuk Menghindari Biaya yang Mahal

Artikel ini tersedia dalam bahasa Inggris di Medium.

Komputasi awan merujuk pada penyediaan berbagai layanan komputasi melalui internet. Layanan ini meliputi server, penyimpanan data, basis data, jaringan, perangkat lunak, analitik, dan kecerdasan buatan. Alih-alih menyimpan data di perangkat lokal, penyimpanan berbasis awan memungkinkan pengguna menyimpan data ke dalam basis data jarak jauh yang dapat diakses dari perangkat elektronik apa pun yang terhubung ke internet.

Dengan mengadopsi komputasi awan, bisnis dapat menghilangkan biaya modal awal yang terkait dengan pembelian perangkat keras, perangkat lunak, serta pembentukan dan pemeliharaan pusat data lokal yang dapat mahal dan memakan waktu. Sebaliknya, pengguna hanya membayar untuk layanan awan yang mereka gunakan secara spesifik, yang menghasilkan penurunan biaya operasional, peningkatan efisiensi infrastruktur, dan kemampuan untuk menyesuaikan sumber daya sesuai dengan kebutuhan bisnis yang berubah.

Setidaknya itulah pemahaman umum tentang komputasi awan.

Biaya yang tersembunyi

Namun, hati-hati: tanpa perencanaan yang tepat, komputasi awan dapat menyebabkan biaya yang signifikan. Kegagalan dalam mengimplementasikan strategi pengelolaan biaya awan yang kuat dapat menghasilkan biaya yang tidak terkendali dan membengkak. Penting bagi pelanggan untuk memahami bahwa penyedia awan sering mengenakan biaya berdasarkan berbagai faktor, termasuk transfer data, overprovisioning (alokasi sumber daya yang berlebihan), underutilization (tidak memanfaatkan sumber daya yang dialokasikan secara penuh), under-provisioning (alokasi sumber daya yang kurang sehingga menyebabkan masalah kinerja), lokasi layanan, sumber daya komputasi yang lupa dimatikan, dan biaya migrasi. Bahkan bagi pelanggan besar, hanya membaca data dari awan dapat menjadi usaha yang mahal.

Transfer Data

Penting bagi bisnis untuk menyadari dampak yang dapat ditimbulkan oleh faktor-faktor ini terhadap biaya awan mereka. Biaya transfer data harus dipertimbangkan dengan hati-hati, terutama ketika menangani volume data yang besar.

Overprovisioning

Overprovisioning, di mana sumber daya yang lebih banyak dialokasikan daripada yang diperlukan, dapat menyebabkan pengeluaran yang tidak perlu. Demikian pula, underutilization dan under-provisioning dapat mengakibatkan ketidakefisienan dan peningkatan biaya.

Lokasi Layanan

Lokasi layanan awan juga dapat mempengaruhi biaya, karena setiap wilayah mungkin memiliki struktur harga yang berbeda. Bisnis harus mempertimbangkan implikasi biaya yang terkait dengan lokasi layanan untuk mengoptimalkan pengeluaran mereka berdasarkan kebutuhan spesifik.

Sumber Daya yang Lupa Dimatikan

Selain itu, organisasi harus waspada dalam mengidentifikasi dan mematikan sumber daya yang terlupakan — layanan awan atau sumber daya yang tidak lagi digunakan namun masih menimbulkan biaya. Pemantauan dan audit rutin terhadap sumber daya awan dapat membantu menghindari pengeluaran yang tidak perlu.

Migrasi

Biaya migrasi juga tidak boleh diabaikan, terutama saat beralih antar penyedia awan atau mengadopsi pendekatan multi-awan. Penting untuk mengevaluasi potensi biaya yang terkait dengan transfer data, rekonfigurasi, dan aktivitas migrasi lainnya untuk membuat keputusan yang terinformasi dan mencegah beban keuangan yang tidak terduga.

Rekomendasi

Dengan mengakui faktor-faktor biaya ini dan mengimplementasikan strategi pengelolaan biaya awan yang efektif, bisnis dapat memastikan kontrol yang lebih baik atas pengeluaran awan mereka.

Pendekatan yang bermanfaat adalah dengan memperkirakan biaya menggunakan alat kalkulator yang disediakan oleh penyedia awan, yang dapat membantu dalam memperkirakan pengeluaran sebelum mengkonfigurasi layanan awan.

Implementasi model awan hibrida juga dapat bermanfaat. Dengan mengalokasikan sebagian besar data secara strategis di pusat data on-premise dan menggunakan awan untuk kebutuhan pemrosesan tertentu, bisnis dapat mengoptimalkan biaya. Pendekatan hibrida ini memungkinkan kontrol yang lebih besar terhadap penempatan dan pemrosesan data, memberikan solusi yang hemat biaya yang menggabungkan manfaat infrastruktur on-premise dan awan.

Dengan mengadopsi strategi ini, bisnis dapat menghindari biaya awan yang berlebihan, memaksimalkan nilai yang diperoleh dari komputasi awan, dan mencapai lingkungan awan yang lebih efisien dan hemat biaya.

Wednesday, June 14, 2023

Menyatukan Data Silo: Mengintegrasikan Informasi dalam Organisasi hasil Merger dan Akuisisi

Masalah Data Silo

Merger dan akuisisi dapat menyebabkan terbentuknya data silo karena setiap kali perusahaan baru diakuisisi, data dari perusahaan tersebut harus diintegrasikan dengan data perusahaan yang sudah ada. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kualitas data dan masalah yang muncul saat integrasi dilakukan. Perusahaan mungkin tidak memiliki waktu untuk membersihkan data baru yang masuk sebagai bagian dari proses migrasi, kecuali jika itu benar-benar diperlukan untuk memadukan dengan struktur yang sudah ada.

Selain itu, aplikasi perangkat lunak umumnya dikembangkan untuk memecahkan masalah bisnis tertentu dan jarang mempertimbangkan dampaknya terhadap proses bisnis lain atau konsumen data. Hal ini menyebabkan berbagai sistem perangkat lunak dan aplikasi bisnis tersebar yang memiliki aturan yang berbeda. Sistem yang berbeda mungkin mengandung beberapa instansi rekaman pelanggan dengan detail yang berbeda dan transaksi yang terkait. Karena alasan-alasan ini, kebanyakan perusahaan mengalami data yang terfragmentasi dan tidak konsisten yang pada akhirnya menyebabkan terbentuknya data silo.

Contoh-contoh Data Silo

Berikut adalah contoh-contoh umum dari data silo sebagai hasil dari akuisisi dan merger:

  1. Solusi Penyimpanan Data yang Beragam: Perusahaan yang diakuisisi mungkin memiliki sistem penyimpanan data yang berbeda, seperti server lokal atau platform cloud. Hal ini dapat menyebabkan fragmentasi data dan kesulitan dalam mengintegrasikan dan menganalisis informasi di seluruh organisasi.
  2. Format Data yang Tidak Kompatibel: Akuisisi dan merger sering kali menggabungkan sistem-sistem yang berbeda dengan format dan struktur data yang berbeda. Inkonsistensi ini dapat menciptakan hambatan dalam integrasi data dan menghambat pemahaman dan pelaporan berbasis data.
  3. Penyimpanan Data untuk Departemen Tertentu: Setiap departemen dalam organisasi yang merger mungkin memiliki repositori data atau basis data sendiri, yang mengakibatkan terbentuknya sumber data yang terisolasi. Kurangnya integrasi data ini membatasi kemampuan untuk mendapatkan pandangan holistik tentang operasi dan menghambat analisis lintas fungsi.
  4. Sistem IT Peninggalan: Perusahaan yang diakuisisi mungkin memiliki sistem IT peninggalan yang sudah usang dan tidak kompatibel dengan infrastruktur teknologi yang sudah ada dalam organisasi. Hal ini dapat menyebabkan tantangan dalam upaya untuk mengintegrasikan dan berbagi data antar sistem.

Integrasi Data

Integrasi data adalah proses menggabungkan data dari berbagai sumber data untuk menciptakan pandangan yang terpadu dari semua data tersebut. Hal ini melibatkan penggabungan, transformasi, pengayaan, dan pembersihan nilai-nilai data untuk memastikan keakuratan, konsistensi, dan kualitas data. Integrasi dapat dilakukan secara fisik dengan menyalin dan menyimpan data di satu lokasi atau secara virtual dengan membuat referensi ke tempat penyimpanan data asli.

Integrasi data adalah dasar yang penting dalam membangun repositori berkualitas tinggi dengan data yang terpercaya dan diatur, yang memungkinkan bisnis untuk mengidentifikasi duplikat, menciptakan hubungan, membangun kecerdasan, meminimalkan biaya pemeliharaan, dan mengendalikan akses. Hal ini melibatkan berbagai detail dan tantangan bisnis dan teknis yang memerlukan disiplin manajemen data yang ketat, seperti data governance, data stewardship, kualitas data, dan manajemen metadata.

Teknologi

Terdapat beberapa alternatif untuk mencapai integrasi data:

  1. ETL (Extract Transform Load), yang melibatkan menyalin data dari beberapa sumber penyimpanan data dan menyimpan hasil transformasinya di penyimpanan data terpisah.
  2. ELT (Extract Load Transform), yang melibatkan menyalin data dari beberapa sumber penyimpanan data dan memuatnya ke penyimpanan data target untuk dilakukan transformasi.
  3. Replikasi, di mana data disalin dari sumber penyimpanan data ke penyimpanan data target secara teratur.
  4. Virtualisasi data melibatkan menciptakan pandangan terpadu atas data dari berbagai penyimpanan data tanpa menyalin atau memindahkan data secara fisik.

Kelebihan dan Kekurangan

ETL, ELT, replikasi, dan virtualisasi data adalah pendekatan yang berbeda dalam integrasi dan manajemen data. Berikut adalah kelebihan dan kekurangan dari masing-masing pendekatan:

  1. ETL (Extract, Transform, Load) adalah pendekatan yang kuat, dioptimalkan untuk pemrosesan batch dan data warehousing dalam skala besar, menawarkan pembersihan dan validasi data selama fase transformasi. Namun, pendekatan ini membutuhkan perencanaan dan pengembangan yang cukup besar di awal.
  2. ELT (Extract, Load, Transform) lebih sederhana daripada proses ETL dengan memuat data terlebih dahulu dan melakukan transformasi di dalam sistem target, tetapi hal ini dapat mengakibatkan kecenderungan untuk melewati langkah-langkah transformasi yang dapat membuat gudang data menjadi tempat sampah.
  3. Replikasi lebih cepat daripada ETL atau ELT, tetapi memerlukan persyaratan perangkat keras yang lebih tinggi.
  4. Virtualisasi data memberikan kemandirian penyimpanan data, tetapi menambahkan lapisan perangkat lunak tambahan yang memerlukan lebih banyak pemrosesan CPU.

Bagaimana Cara Memilih?

Ketika memilih teknologi integrasi data yang paling tepat, terdapat beberapa faktor kunci yang perlu dipertimbangkan:

  1. Sangat penting untuk memiliki pemahaman yang mendalam tentang integrasi data, yang melibatkan penggabungan data dari berbagai sumber untuk menciptakan pandangan yang terpadu dan komprehensif.
  2. Teknologi yang dipilih harus memiliki kemampuan yang diperlukan untuk mendukung fungsi kritis seperti transformasi data, profil data, pembersihan data, dan konformasi data.
  3. Strategi manajemen data yang efektif, termasuk manajemen metadata, data governance, stewardship data, dan manajemen kualitas data, harus diperhitungkan untuk memastikan manajemen data master yang akurat, konsisten, dan terkendali di berbagai domain.
  4. Mengingat sifat yang terus berkembang dalam manajemen data, teknologi yang dipilih harus sejalan dengan tujuan dan visi organisasi untuk masa depan manajemen dan integrasi data. Hal ini memastikan bahwa solusi yang dipilih tetap relevan dan dapat beradaptasi, mengakomodasi perubahan kebutuhan dan tren yang muncul dalam praktik manajemen data.


Digital Transformation: Apa dan bagaimana melakukan transformasi digital?

 Tulisan ini adalah pendahuluan dari seri transformasi digital yang akan saya publikasikan secara berkala. 

Tulisan ini juga dipublikasikan di https://tonyseno.medium.com/ 


Apakah transformasi digital?

Transformasi digital adalah tentang menggunakan teknologi untuk membuat segala sesuatunya menjadi lebih baik dan efisien. Transformasi digital bukan hanya tentang menambahkan perangkat dan alat, tetapi juga tentang mengubah cara kita melakukan hal-hal dan menciptakan ide-ide baru melalui penerapan teknologi digital seperti AI, Big Data, dan sebagainya. Melalui transformasi ini kita dapat membuat bisnis dan organisasi menjadi lebih produktif dan kompetitif melalui inovasi-inovasi baru untuk menciptakan nilai dan meningkatkan cara kerja kita.

Siapa saja yang bisa mendapatkan manfaat dari transformasi digital?

Banyak organisasi bisa mendapatkan manfaat dari transformasi digital:

  • Perusahaan swasta dapat beroperasinya lebih efisien, lebih hemat biaya, dan menciptakan model bisnis baru yang modern.
  • Industri otomotif dapat meningkatkan pengalaman pelanggan melalui penambahan fitur seperti mobil otonom, layanan hiburan, dan sistem navigasi.
  • Usaha kecil dan menengah (UKM) dapat meningkatkan produktivitas, memperluas jangkauan pasar, dan bersaing lebih baik, dan membangun jaringan dengan pemasok.
  • Sektor publik seperti pemerintahan, kesehatan, pertanian, perikanan, dan peternakan dapat mengurangi biaya, berbagi data, dan meningkatkan efisiensi melalui adopsi teknologi digital.

Apa langkah awal memulai transformasi digital?

Transformasi digital tidak dimulai dengan belanja produk digital.

Langkah pertama menuju transformasi digital adalah mengembangkan visi yang jelas dan menginspirasi untuk organisasi yang menciptakan komitmen tinggi untuk seluruh pemangku kepentingan. Visi yang jelas digunakan sebagai peta untuk mengawal proses transformasi. Secara eksternal, visi harus mengikuti tren besar dalam bisnis. Visi menterjemahkan tren ke dalam model operasi yang mampu menciptakan nilai bagi pelanggan dan pemangku kepentingan lainnya.

Visi transformasi digital harus dipahami bersama dan menjadi suatu impian yang ingin dicapai semua pihak.

Beberapa contoh visi transformasi digital:

  • Institusi pemerintah: “Menciptakan institusi pemerintah yang modern, efisien, dan mudah diakses yang memanfaatkan teknologi terkini untuk meningkatkan kualitas layanan publik, meningkatkan transparansi, dan membentuk budaya inovasi dan kolaborasi. Kami bertujuan untuk memberdayakan warga negara, bisnis, dan karyawan kami dengan mengadopsi solusi digital dan pengambilan keputusan berbasis data, dengan harapan mengubah institusi kami menjadi contoh keunggulan di era digital.”
  • Rumah sakit: “Merevolusi penyampaian layanan kesehatan dengan memanfaatkan kekuatan teknologi, data, dan inovasi. Kami bertujuan untuk menciptakan ekosistem yang berorientasi pada pasien yang menyelaraskan solusi digital terkini dengan infrastruktur kesehatan kami yang ada, untuk memastikan kualitas perawatan yang terbaik, pengalaman pasien yang lebih baik, dan efisiensi operasional yang meningkat.”

Apa langkah-langkah selanjutnya?

Setelah memiliki visi transformasi digital, maka selanjutnya organisasi dapat melakukan langkah-langkah seperti penunjukan jabatan Chief Digital Transformation Officer, membuat tim Manajemen Perubahan, mendefinisikan proses transformasi, perancangan ulang organisasi dan model bisnis, peningkatan kemampuan SDM, penciptaan pola pikir dan budaya inovasi, peningkatan arsitektur dan desain sistem informasi, dan sebagainya.

Langkah-langkah ini nanti akan dituliskan secara lebih detail pada kesempatan lain.


Saturday, June 11, 2016


Lagu Jawa "Lir Ilir" dalam aksara Hanacara

ꦭꦶꦂꦲꦶꦭꦶꦂ꧈ ꦭꦶꦂꦲꦶꦭꦶꦂ

Lir-ilir, lir-ilir ‘Bangunlah, bangunlah!’

ꦠꦤ꧀ꦢꦸꦫꦺꦮꦸꦱ꧀ꦱꦸꦩꦶꦭꦶꦂ

Tandure wus sumilir ‘Tanaman sudah bersemi’

ꦠꦏ꧀ꦲꦶꦗꦺꦴꦫꦺꦴꦪꦺꦴꦫꦺꦴꦪꦺꦴ

Tak ijo royo-royo ‘Demikian menghijau’

ꦠꦏ꧀ꦱꦼꦁꦒꦸꦲ꧀ꦠꦼꦩꦤ꧀ꦠꦺꦤ꧀ꦲꦚꦂ

Tak sengguh temanten anyar ‘Bagaikan pengantin baru’

ꦕꦃꦲꦔꦺꦴꦤ꧀꧈ ꦕꦃꦲꦔꦺꦴꦤ꧀


Cah angon, cah angon ‘Anak gembala, anak gembala’

ꦥꦺꦤꦺꦏ꧀ꦤꦧ꧀ꦭꦶꦩ꧀ꦧꦶꦁꦏꦸꦮꦶ

Penekno blimbing kuwi ‘Panjatlah (pohon) belimbing itu’!

ꦭꦸꦚꦸꦭꦸꦚꦸꦥꦺꦤꦺꦏ꧀ꦤ

Lunyu-lunyu penekno ‘Biar licin dan susah tetaplah kau panjat’

ꦏꦁꦒꦺꦴꦩ꧀ꦧꦱꦸꦲ꧀ꦢꦢꦠꦶꦫ

Kanggo mbasuh dodotiro ‘untuk membasuh pakaianmu’

ꦢꦢꦠꦶꦫ꧈ ꦢꦢꦠꦶꦫ

Dodotiro, dodotiro ‘Pakaianmu, pakaianmu’

ꦏꦸꦩꦶꦠꦶꦂꦧꦼꦢꦃꦲꦶꦁꦥꦶꦁꦒꦶꦂ

Kumitir bedah ing pinggir ‘terkoyak-koyak dibagian samping’

ꦢꦤ꧀ꦢꦩꦤ꧈ ꦗ꧀ꦭꦸꦩꦠꦤ

Dondomono, jlumatono ‘Jahitlah, Benahilah!’

ꦏꦁꦒꦺꦴꦱꦼꦧꦩꦼꦁꦏꦺꦴꦱꦺꦴꦫꦺ

Kanggo sebo mengko sore ‘untuk menghadap nanti sore’

ꦩꦸꦩ꧀ꦥꦸꦁꦥꦝꦁꦫꦼꦩ꧀ꦧꦸꦭꦤꦺ

Mumpung padhang rembulane ‘Mumpung bulan bersinar terang’

ꦩꦸꦩ꧀ꦥꦸꦁꦗꦼꦩ꧀ꦧꦂꦏꦭꦔꦤ꧀ꦤꦺ

Mumpung jembar kalangane ‘Mumpung banyak waktu luang’

ꦪꦱꦺꦴꦫꦏꦺꦴ꧈ ꦱꦺꦴꦫꦏ꧀ꦲꦶꦪ

Yo sorako, sorak iyo!! ‘Bersoraklah dengan sorakan Iya!!’

Friday, June 10, 2016

TUTORIAL Menulis Aksara Jawa HANACARAKA di Windows 10 dan Office 2016 (BAGIAN 2)

Silahkan baca Tutorial sebelumnya di sini.

Tulisan ini hanya bisa ditampilkan dengan sempurna di browser Microsoft Edge di Windows 10 atau lebih baru. 

Aksara Jawa, dikenal juga sebagai Hanacaraka (ꦲꦤꦕꦫꦏ) dan Carakan (ꦕꦫꦏꦤ꧀) adalah aksara tradisional Nusantara yang digunakan untuk menulis bahasa Jawa.

Penggunaan aksara Jawa Hanacaraka secara umum digantikan dengan huruf Latin yang pertama kali dikenalkan Belanda pada abad ke-19. Aksara ini sudah mulai ditinggalkan orang, namun demikian sampai sekarang masih dipergunakan untuk menuliskan nama-nama jalan di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Jika Anda menggunakan Microsoft, maka aksara ini didukung melalui Microsoft Windows 10 dan Microsoft Office 2016.


Aksara Jawa “hanacaraka” secara umum :
  • Ditulis dari kiri ke kanan, tapi ada banyak pengecualian yang akan dibahas lebih detil nanti
  • Tidak memiliki spasi, jadi setiap kata tersambung
  • Terdiri dari 20 suku kata sebagai aksara dasar ( ha na ca ra ka ...), aksara ini disebut aksara nglegena
  • Mengganti vokal melalui sandhangan 
  • Memiliki pasangan yang mematikan huruf sebelumnya melalui aksara pasangan

Aksara Nglegena

Aksara Hanacaraka adalah aksara telanjang yang selalu berbunyi "a" (terdengar seperti "o" bagi telinga non-Jawa). Menggunakan Windows 10 dan Office 2016 , maka aksara nglegena bisa dituliskan langsung menggunakan huruf-huruf tertentu di keyboard komputer :

ha [h]  na [n]  ca [c]  ra [r]  ka [k]
da [d]  t [t]  sa [s]  wa [w]  la [l]
pa [p]  dha [shift+d]  ja [j]  ya [y]  nya [z]
ma [m]  ga [g]  ba [b]  tha [;]  nga [x]


Aksara Murda (Huruf Kapital)


Aksara Murda di era Jawa Kuna (Kawi) disebut sebagai Aksara MahapranaOleh Sultan Agung / Mataram Aksara Mahaprana diganti dengan Aksara Murda.

Aksara Murda
berfungsi identik/hampir sama dengan penulisan Huruf Besar/Kapital yang digunakan untuk penulisan Kehormatan bagi Nama Raja, Nama Orang, Nama Tempat dll. 

Di penulisan Jawa Modern hanya ada 7 buah Aksara Murda, yaitu Na, Ka, Ta, Sa, Pa, Ga, Ba :

Na Ka Ta Sa Pa Ga Ba
[shift+n] [shift+k] [shift+t] [shift+s] [shift+p] [shift+g] [shift+b]


Sedangkan Aksara Murda/Mahaprana di Jawa Kuna (Kawi) juga terdapat huruf-huruf berikut ini yang sekarang sudah tidak digunakan lagi.

Sha Dnya Jha
[control+alt+s] [shift+j] [control+alt+j]


Contoh penulisan Aksara Murda untuk penulisan nama :
  • Tony Seno Hartono : ꦡꦺꦴꦤꦶꦯꦺꦤꦺꦴꦲꦂꦠꦺꦴꦤꦺꦴ
  • Panembahan Senopati : ꦦꦤꦼꦩ꧀ꦨꦃꦲꦤ꧀ꦯꦺꦟꦺꦴꦥꦡꦠꦶ


Aksara Pasangan (Aksara Mati)


Di bawah ini adalah contoh aksara pasangan yang akan mematikan aksara sebelumnya. Sebagai contoh digunakan aksara ꦲ (ha) yang akan dimatikan dengan aksara pasangan.


ꦲ꧀ꦲ ꦲ꧀ꦤ ꦲ꧀ꦕ ꦲ꧀ꦠ ꦲ꧀ꦏ
hha hna hca hra hka
h/h h/n h/c h/r h/k
ꦲ꧀ꦢ ꦲ꧀ꦠ ꦲ꧀ꦱ ꦲ꧀ꦮ ꦲ꧀ꦭ
hda hta hsa hwa hla
h/d h/t h/s h/w h/l
ꦲ꧀ꦥ ꦲ꧀ꦣ ꦲ꧀ꦗ ꦲ꧀ꦪ ꦲ꧀ꦚ
hpa hdha hja hya hnya
h/p h/[shift+d] h/j h/y h/z
ꦲ꧀ꦩ ꦲ꧀ꦒ ꦲ꧀ꦧ ꦲ꧀ꦛ ꦲ꧀ꦔ
hma hga hba htha hnga
h/m h/g h/b h/; h/x



Sandhangan



Sandhangan Swara
  • wulu i -> [shift+i]  -> contoh : niki ꦤꦶꦏꦶ
  • suku u -> [shift+u]  -> contoh : kupu ꦏꦸꦥꦸ
  • taling é seperti e di “bebek” -> [shift+e] -> contoh : bebek ꦧꦺꦧꦺꦏ꧀  
  • pepet e seperti e di "semut" -> [shift+q] -> contoh : semut ꦱꦼꦩꦸꦠ꧀ 
  • taling tarung o -> [shift+o] -> contoh loro ꦭꦺꦴꦫꦺꦴ
Sandhangan Mati
  • cecak untuk akhiran “ng” -> [shift+x] -> contoh : barang ꦧꦫꦁ
  • layar untuk akhiran “r” -> [shift+z] -> contoh : bakar ꦧꦏꦂ
  • wigyan untuk akhiran “h” -> [shift+h] -> contoh : buah ꦧꦸꦮꦃ
  • pangkon mematikan huruf di akhir kalimat hanya berlaku untuk huruf-huruf selain r/h/ng -> contoh : enak ꦲꦺꦤꦏ꧀ 

Aksara Swara

Aksara ini vokal/suku kata yang berdiri sendiri
  • A -> [a] -> contoh : Agustus ꦄꦒꦸꦱ꧀ꦠꦸꦱ꧀
  • É taling -> [e] -> contoh : Émirat ꦌꦩꦶꦫꦠ꧀
  • E pepet -> [q] -> contoh : Endog ꦄꦼꦤ꧀ꦣꦺꦴꦒ꧀
  • I -> [i] -> contoh : Indonesia ꦆꦤ꧀ꦣꦺꦴꦤꦺꦱꦶꦪ
  • O -> [o] -> contoh : Oman ꦎꦩꦤ꧀
  • U -> [u] -> contoh : Umar ꦈꦩꦂ
  • nga lelet untuk menulis "le"  -> [v] -> contoh : lemak ꦊꦩꦏ꧀
  • pa cerek untuk menulis "re" -> [f] -> contoh : rekayasa ꦉꦏꦪꦱ


Pasangan

  • Pasangan wa -> [shift+w] -> contoh : takwa ꦠꦏ꧀ꦮ
  • Pasangan la -> [shift+l] -> contoh : reklamasi ꦫꦺꦏ꧀ꦭꦩꦱꦶ
  • Pasangan ya -> [shift+y] -> contoh :  kotamadya ꦏꦺꦴꦠꦩꦢꦾ
  • Pasangan ra -> [shift+r] -> contoh : cakra ꦕꦏꦿ ; mangan krupuk ꦩꦔꦤ꧀ꦏꦿꦸꦥꦸꦏ꧀
  • Pasangan re pepet -> [shift+f] -> contoh : kreteg ꦏꦽꦠꦼꦒ꧀

Angka

Tulis angka seperti biasa, misal tulis 1 untuk menulis angka 1 dalam aksara jawa


1 2 3 4 5 6 7 8 9 0

Tanda baca

  • pada adeg-adeg -> [`] ꧋
  • pada lingsa/koma -> [,] ꧈
  • pada lungsi/titik -> [.] ꧉
  • pada pangkat/titik dua -> [shift+,] ꧇ 
  • pada andap -> [shift+6]  ꧃
  • pada madya -> [shift+7] ꧄
  • pada luhur -> [shift+8] ꧅
  • pada guru -> [`][space][shift+3][space][`]  ꧋꧆꧋
  • pada puncak -> [.][space][shift+3][space][.] ꧉ ꧆ ꧉

Aksara Rekan

Aksara Rekan merupakan aksara-aksara hasil serapan dari bahasa Arab dan Belanda
  • kha -> [k][shift+m] ꦏ꦳
  • dza -> [d][shift+m] ꦢ꦳
  • fa -> [p][shift+m] ꦥ꦳
  • va -> [w][shift+m] ꦮ꦳
  • za -> [j][shift+m] ꦗ꦳
  • gha -> [g][shift+m] ꦒ꦳


Thursday, June 9, 2016

TUTORIAL Menulis Aksara Jawa HANACARAKA di Windows 10 dan Office 2016

Kabar baik bagi penggemar aksara Jawa Hanacaraka !

Microsoft sudah mendukung aksara Hanacaraka ini mulai dari Windows 10, dan Microsoft Office mulai versi 2016 (versi 16.0.6965.2053 atau yang lebih baru) dan Office 365.

Aksara Hanacaraka ini sudah dalam bentuk UNICODE, dan bisa ditampilkan dengan baik di seluruh aplikasi/software yang mendukung UNICODE UA980. Pengetikan aksara Hanacaraka ini hanya bisa dilakukan melalui keyboard yang sesuai (built in di Windows 10), atau melalui aplikasi tambahan.

Untuk menuliskan aksara Hanacaraka ini di Windows 10 maka lakukan langkah-langkah berikut :

1. Pastikan bahwa Anda menggunakan Windows 10 versi terakhir

Lakukan update, caranya update 
Kemudian pilih check for update, dan install

2. Pastikan bahwa Anda menggunakan Office 2016 versi terakhir

Lakukan Windows Key word
Kemudian pilih "file" lalu "account"


Di atas terlihat bahwa Office yang saya gunakan adalah versi 16.0.6965.2053. Jadi ini adalah versi yang benar. Jika Anda menggunakan versi yang lebih lama, silahkan update dahulu sebelum melangkah maju.

Perhatian : Sampai saat tulisan ini dibuat Word dari Office di Mac tidak mendukung aksara Jawa Hanacaraka karena sistem operasi Mac OS X memang sampai saat ini belum mendukung aksara ini.

3. Pastikan Komputer Anda di Region Indonesia

Lakukan Windows Key region
Pilih "Region and Language Setting"
Pilih INDONESIA



4. Pastikan font Javanese Text ada di Komputer Anda

Lakukan Windows Key fonts
Search "javanese" , nanti akan muncul pilihan "javanese text regular" , silahkan pilih. Jika warna icon abu-abu , artinya font ini masih tersembunyi. Pilih opsi "show"



5. Tambahkan Keyboard Bahasa Jawa

Lakukan Windows Key language
Lalu pilih "add a language" , dan search "javanese"


 

PENULISAN AKSARA JAWA HANACARAKA

Setelah kedua langkah di atas diikuti, maka sekarang kita bisa menulis aksara jawa secara mudah.

Perhatian : Microsoft Office baru mendukung aksara Hanacaraka ini dengan sempurna di Office 2016 (versi 16.0.6965.2053 atau yang lebih baru) dan Office 365. Microsoft Office versi yang lebih lama akan salah menampilkan aksara Hanacaraka.

Jika Anda tidak memiliki Microsoft Office yang dimaksud, Anda tetap bisa menulis aksara ini menggunakan aplikasi WORLDPAD (gratis bisa didownload di sini).

Untuk menghidupkan keyboard Jawa, kita bisa klik icon keyboard kanan bawah. Jika tertulis "IND" artinya kita sedang menggunakan keyboard "Bahasa Indonesia", jika tertulis "ENG" artinya keyboard bahasa Inggris. Di bawah ini contoh bahwa keyboard yang saya gunakan adalah bahasa Indonesia.





Begitu IND ditekan maka akan muncul pilihan keyboard lain, misalnya seperti ini :






Terlihat di situ bahwa kita bisa memilih berbagai jenis aksara yang lain. Pilih Javanese untuk mengetik aksara jawa. Begitu diklik maka tanda keyboard berubah menjadi seperti ini (huruf image  bunyinya JA = JAWA) :





Cara lain untuk berpindah keyboard adalah dengan menekan Windows Key Space

Untuk pengguna Tablet tanpa keyboard fisik, Windows 10 juga menyediakan virtual keyboard, silahkan tekan gambar keyboard di taskbar, maka keyboard virtual akan muncul di layar :






Cara Penulisan

Sekarang silahkan buka salah satu aplikasi dari Office 2016, bisa Word, Power Point, atau Excel. Di contoh berikut ini saya akan menggunakan Word..
  • Aksara Hanacaraka by default merupakan suku kata yang berbunyi "a" (terdengar seperti "o" bagi telinga non-Jawa). Tekan tombol-tombol berikut untuk menuliskan : 
    • ha [h], na [n], ca [c], ra [r], ka [k]
    • da [d], t [t], sa [s], wa [w], la [l]
    • pa [p], dha [shift+d], ja [j], ya [y], nya [z]
    • ma [m], ga [g], ba [b], tha [;], nga [x]
  • Untuk suku kata yang berbunyi selain "a" maka perlu diberikan sandangan :
    • i [I] atau [shift-i] –> disini [dIsInI]
    • u [U] –> susu [sUsU]
    • e taling [E] –> desa [dEs]
    • e pepet [Q] –> kesini [kQsInI]
    • o [O] –> koko [kOkO]
  • Menulis suku kata dengan akhiran tertentu :
    • akhiran “ng” [X] –> berang [bQrX]
    • akhiran “r” [Z] –> mahar [mhZ]
    • akhiran “h” [H] –> rumah [rUmH]
  • Menulis huruf mati di belakang suku kata, gunakan “/” di akhir suku kata :
    • sakit [skIt/]
  • Menulis kombinasi konsonan (pasangan)
    • Pada umumnya cukup tambahkan “/” di belakang huruf yang dimatikan. Misal sigma [sIg/m]
    • Pasangan wa [W] –> bahwa [bhW]
    • Pasangan la [L]  –> kiblat [kIbLt/]
    • Pasangan ya [Y] –> rakyat [rkYt/]
    • Pasangan ra [R] –> tabrak [tbRk/], krupuk [kRUpUk/]
    • Pasangan re pepet [F] –> nrenyuh [nFzUH]
  • Menulis angka
    • Tulis angka seperti biasa, misal tulis 1 untuk menulis angka 1 dalam aksara jawa
  • Menulis tanda baca
    • pada adeg-adeg [`]
    • pada lingsa/koma [,]
    • pada lungsi/titik [.]
    • pada pangkat/titik dua [<]
    • pada andap [^]
    • pada madya [&]
    • pada luhur [*]
    • pada guru [` # `]
    • pada puncak [. # .]
  • Menulis Aksara Rekan (ini merupakan aksara-aksara hasil serapan dari bahasa Arab dan Belanda)
    • kha [kM]
    • dza [dM]
    • fa [pM]
    • va [wM]
    • za [jM]
    • gha [gM]

Contoh Penulisan

HANACARAKA [hncrk]  image
NAMA SAYA HANA [nmsyhn] image
APA KABAR [hpkbZ]image

Contoh lagu gambang suling ditulis menggunakan aksara jawa :




Gambang suling, kumandhang suarane. [`gm/bXsUlIX, kUmn/DXs/wrnE.]
Thulat thulit kepenak unine. [;Ult/;UlIt/kQpEnk/hUnInE.]
Uuu…uuu…uuu…uuu…unine mung [hUhUhUhUhUnInEmUX]
Nrenyuhake baa…reng [nFzUHhkEbFX]
Lan kentrung ke…tipung suling [ln/kQn/tRUXkQtIpUXsUlIX]
Sigrak kendhangane. [sIgRk/kQn/DXxn/nE.]

Berikut ini adalah lagu Gambang Suling tertulis dalam format Unicode. Jika browser Anda mendukung (diperlukan Edge atau Internet Explorer di Windows 10) maka Anda akan melihat aksara Jawa Hanacaraka yang tepat. Jika Anda menggunakan Firefox atau Chrome maka kemungkinan akan muncul spasi di antara beberapa huruf tertentu, ini disebabkan oleh rendering engine yang belum mendukung UNICODE secara sempurna.


ꦒꦩ꧀ꦧꦁꦱꦸꦭꦶꦁ꧈ꦏꦸꦩꦤ꧀ꦣꦁꦱꦸꦮꦫꦤꦺ꧉

ꦛꦸꦭꦭꦠ꧀ꦛꦸꦭꦶꦠ꧀ꦏꦼꦥꦺꦤꦏ꧀ꦲꦸꦤꦶꦤꦺ꧉

ꦲꦸꦲꦸꦲꦸꦲꦸꦲꦸꦤꦶꦤꦺꦩꦸꦁ

ꦤꦽꦚꦸꦃꦲꦏꦺꦧꦿꦁ

ꦭꦤ꧀ꦏꦼꦤ꧀ꦠꦿꦸꦁꦏꦼꦠꦶꦥꦸꦁꦱꦸꦭꦶꦁ

ꦱꦶꦒꦿꦏ꧀ꦏꦼꦤ꧀ꦣꦔꦤ꧀ꦤꦺ꧉




Untuk contoh-contoh yang lebih mendalam, silahkan baca TUTORIAL ke-2 di sini.

Wednesday, September 3, 2014

Surface Pro 3 Keyboard Shortcuts

  • Print Screen
    • Fn <SPACE> –> using the touch cover keyboard
    • Windows logo on the tablet AND Volume Down –> if don’t have keyboard
  • Alt Print Screen (print screen the active window)
    • Alt Fn <SPACE>

Friday, August 22, 2014

Microsoft Surface Pro 3 for Drawing Artists




Microsoft Surface Pro 3 merupakan tablet serba bisa yang bisa digunakan sebagai tablet untuk artis menggunakan aplikasi Open Source GIMP.

Image result for surface pro 3 site:microsoft.com



Langkah-langkah :
  1. Download dan install N-TRIG Wintab driver terakhir di sini : http://www.n-trig.com/Content.aspx?Page=wintab – driver ini diperlukan supaya GIMP nantinya bisa mengenal dinamika tekanan dari pen (supaya bisa tebal tipis dsb)
  2. Download dan install GIMP untuk Windows di sini : http://www.gimp.org/downloads/ – installer akan mendownload versi 32 bit dan 64 bit sekaligus
  3. Download GIMP Paint Studio di sini : https://code.google.com/p/gps-gimp-paint-studio/downloads/list
    1. Download dan extrak ke folder GPS_Gimp_Paint_studio (pilih versi yg terbaru) ke folder C:\Users\NAMA_USER\.gimp-2.8
    2. Download sessionrc , kemudian kopi ke folder C:\Users\NAMA_USER\.gimp-2.8
    3. Download SplashScreens, kemudian ekstrak ke folder C:\Users\NAMA_USER\.gimp-2.8\splashes
Jalankan GIMP – sekarang salah satu gambar splash screen akan muncul secara random :



Kemudian GIMP yang teroptimalisasi untuk menggambar akan muncul, anda bisa ubah menjadi single screen melalui Windows –> Single-Windows Mode :


Maka Windows GIMP akan menjadi seperti ini :



Di sini GIMP belum mengenal pen yang pressure sensitive, sehingga kita harus konfigur dulu :
Edit –> Preferences –> Input Devices –> Configure Extended Input Devices :


Klik pada masing-masing entry “N-trig DuoSense device …” , kemudian “Mode” menjadi “Screen”, Lakukan ini untuk semua input devices.
Ini contoh salah satu :



Setelah itu anda bisa mulai mencoba menggambar :
File –> New –> isi resolusi yang diinginkan, kemudian siap menggambar.



Anda bisa juga mengubah-ubah apa saja yang bisa dikontrol oleh pen anda melalui mapping matrix :



Di bawah ini adalah contoh hasil lukisan saya pertama kali menggunakan GIMP :)




Selamat mencoba !

Friday, August 15, 2014

Rendering Video Animasi menggunakan Layanan Komputasi Awan

Siapa bilang orang Indonesia tidak bisa membuat film animasi yang bagus ? Ini contohnya http://www.dgmanimation.com/ adalah perusahaan film animasi yang bermarkas di Malang dan sudah menciptakan banyak film-film animasi 2D ataupun 3D dengan kualitas yang tidak kalah dengan buatan luar negeri.

Di bawah ini salah satu contoh animasi 3D ciptaan DGM Animation :

Film-film animasi seperti di atas bisa dibuat menggunakan Blender. Aplikasi ini bersifat open source dan tidak berbayar. Namun membutuhkan daya komputasi yang sangat tinggi untuk proses renderingnya. Rendering adalah proses pengubahan gambar rangka menjadi gambar yang photorealistic. Dengan menggunakan komputer modern, maka sebuah gambar rangka 3 dimensi bisa diubah menjadi photorealistic dalam waktu berhari-hari. Dan sebuah film animasi singkat berdurasi 7 menit bisa memakan waktu berminggu-minggu (atau berbulan-bulan tergantung dari resolusi dan kompleksitas gambarnya.

Proses ini bisa dipersingkat jika komputer yang digunakan untuk melakukan proses rendering diperbanyak. Karena keterbatasan dana, maka studio animasi pemula (seperti DGM Animation) biasanya melakukan proses rendering menggunakan komputer yang juga digunakan untuk merancang rangka-rangka gambar. Akibatnya rendering hanya bisa dilakukan ketika para animatornya sedang tidur.

Untuk mempercepat proses rendering ini maka studio animasi harus memiliki ratusan bahkan ribuan server khusus yang harganya sangat mahal. Namun di era komputasi awan sekarang ini, sebenarnya ada alternatif menarik untuk studio animasi kecil, yaitu menggunakan layanan komputasi awan untuk melakukan rendering.

Layanan komputasi awan merupakan alternatif yg sangat menarik karena layanan ini memiliki kekuatan komputasi yang relatif tidak terbatas dan bersifat fleksibel dan bisa disewa berdasarkan durasi renderingnya (bisa dalam hitungan jam).

Salah satu penyedia layanan komputasi awan yang bisa digunakan untuk keperluan ini adalah Microsoft, dengan layanan Azure “Big Compute”.

TIdak hanya bisa digunakan untuk rendering, Azure Big Compute ini juga bisa digunakan untuk berbagai keperluan yang sangat intensif menggunakan daya komputasi :

  • Membuat model resiko finansial
  • Menciptakan konten digital (seperti film animasi)
  • Penelitian genetik
  • Fluid dynamics
  • Finite element analysis
  • Prakiraan cuaca
  • Bio Informatika
  • Aplikasi Oil & Gas
  • dsb.

Microsoft Azure bisa menyediakan super komputer secara virtual dengan teknik clustering yang terdiri dari ribuan sampai ratusan ribu virtual machine yang masing-masing bisa memiliki sampai 16 core, 112 GB DRAM/core, dan saling tersambung melalui jaringan super cepat ( 32 Gbps infiniband).

Salah satu case study yang menarik adalah Green Button.

Green Button merupakan perusahaan penyedia jasa high performance computing (sekarang Green Button sudah diakuisisi oleh Microsoft) yang melayani perusahaan-perusahaan yang membutuhkan daya komputasi yang besar tapi hanya sesaat saja. Salah satu klien yang juga dilayani oleh Green Button adalah studio animasi yang perlu kekuatan komputasi besar untuk keperluan rendering. Dengan solusi Green Button untuk rendering ini, maka studio animasi akan melihat icon Green Button, dan begitu icon tersebut diklik maka pekerjaan rendering segera dikirim ke cluster head node di Azure (lihat gambar di bawah), untuk kemudian pekerjaan tersebut dipecah ke ribuan node di dalam cluster compute node. Begitu proses rendering selesai maka user akan mendapatkan notifikasi melalui email, dan user kemudian bisa mendownload film yang sudah selesai tersebut.

 

Compute nodes in A8 or A9 VMs 

Layanan komputasi awan ini juga bisa dihitung berapa biayanya. Ada kalkulator yang bisa diakses dari sini : http://azure.microsoft.com/en-us/pricing/calculator/?scenario=full 

Konfigurasi mesin yang diperlukan untuk render adalah A8 atau A9. Untuk A8 biayanya adalah USD 2.45/jam, dan A9 adalah USD 4.9/jam.

image

image

Silahkan jika ingin mencobanya dahulu, klik “free trial” di sudut kanan atas untuk mencobanya dengan gratis selama sebulan (atau setelah kreditnya habis) !

image